Terancam Resesi, Gubernur Laiskodat Dorong Kabupaten Perkuat Ekonomi Rakyat
Back To Normal

By Admin HJ 29 Jul 2020, 12:39:11 WIB Daerah
Terancam Resesi, Gubernur Laiskodat Dorong Kabupaten Perkuat Ekonomi Rakyat

Keterangan Gambar : Terancam Resesi, Gubernur Laiskodat dorong Kabupaten maksimalkan anggaran refokusing perkuat ekonomi rakyat


GUBERNUR Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, memulai lawatannya ke Kabupaten Lembata, Selasa (28/7/2020) hingga Rabu (29/7/2020) serta tiga Kabupaten lain di NTT, guna memastikan para Bupati di wilayah itu menggunakan anggaran refocusing guna memperkuat ekonomi rakyat di tengah ancaman resesi dunia.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat yang memulai lawatannya ke Lembata, Selasa (28/7/2020),pukul 14.00 wita langsung menuju Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, setelah menyeberang dari pulau Solor, kabupaten Flores Timur. Bersama rombongan baik dari provinsi maupun Kabupaten, Gubernur menggelar rapat Pamong Praja di Desa Pasir Putih. Gubernur kemudian melanjutkan lawatannya ke Desa wisata estate Lamalera, Kecamatan Wulandoni.

Gubernur Laiskodat dan rombongan menyisir jalan sepanjang 18 Km, dari arah Desa Pasir Putih, hingga Desa Lamalera. Ruas jalan lintas Selatan yang dibangun pada jaman penjabat Bupati Lembata Pertama, almahrum Piter Keraf itu, kondisinya sangat memprihatinkan. Meski begitu, Gubernur bersama rombongan mampu melewati ruas jalan tersebut.

Baca Lainnya :

Dalam kesempatan rapat pamong praja di Desa Pasir Putih, Gubernur Viktor Laiskodat, mengatakan saat situasi ekonomi Negara mengalami depresi maka, pasti investasi itu datangnya dari pemerintah. Disebutkan, pihaknya memastikan, seluruh anggaran refocusing secepatnya di realisasi agar masyarakat mampu bertahan dalam situasi pandemic covid-19.

“Banyak negara di dunia mengalami kondisi terburuk akibat pandemic covid-19. Singapura, hari ini termasuk salah satu negara yang masuk dalam satu negara yang mengalami resesi dunia. Begitu pula Korea. China masih bertahan. Amerika juga menuju pada depresi ekonomi bahkan resesi. Perasaan yang sama hari ini yang sama dirasakan dunia adalah menderita. Kalau dulu NTT menjadi daerah termiskin ketiga di Indonesia. Hari ini tidak bedanya orang yang tinggal di Singapura, apartemen yang begitu hebat dengan orang yang tinggal di Lembata. Dia sama-sama menderita hari ini, bahkan dia lebih menderita hari ini. Karena Singpura tidak bisa kemana-mana. Kita bisa ke pantai, bisa lihat laut, menurut saya jiwa orang NTT lebih fresh dibandingkan jiwa orang Singapura,” ujar Gubernur Laiskodat.

Menurut politisi partai nasdem itu, pandemic Covid-19 memunculkan masalah yang tidak biasa.

“Akan tetapi kita di NTT, dan kita di Lembata rasanya biasa saja. Ada rasa takut, tetapi biasa saja. Ini karena kita sudah terbiasa menderita. Karena sudah biasa menderita ya biasa saja. Bapa Presiden mengharapkan Indonesia tidak boleh terjebak pada resesi dunia. Kalaupun terjadi penuruanan yang luar biasa, maksimal kita bertahan pada titik terendah,” ujar Laiskodat.

Dikatakan, Presiden meminta Bupati dan Gubernur segera mendesign pembangunannya, design anggarannya agar mampu refocusing pada hal-hal yang penting untuk masyarakat, untuk bisa bertahan bahkan bisa bertumbuh.

“Karena itu kehadiran saya memastikan apakah anggaran Pemerintah Kabupaten Lembata sudah diterapkan sesuai dengan yang di kehendaki. Untuk mendisign agar masyarakat punya kemandirian dalam segala hal,” ujar Laikodat.

Sementara itu Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur mengatakan, pihaknya telah menjalankan skema Pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

"kita beri umpan kepada masyarakat, kita pilih tempat ini pasir putih. Uji coba tiga minggu lalu kita buka, ada transaksi 30 juta rupiah lebih. Saya kira Bank NTT bisa kucurkan CSR untuk sama-sama kita urus rakyat di sini. Setelah covid hampir 1 miliar lebih dikucurkan pemerintah kabupaten untuk mengeroyok pengembangan potensi wisata yang ada di sini," ujar Bupati Sunur.

Bupati Sunur menjelaskan, Mingar, Desa Pasir Putih, Desa Lolong dan Desa Twaowutung, merupakan desa penyangga ekowisata estate Lamalera.

“saya harap Bapak Gubernur tidak lupakan ini. Masih ada item pekerjaan Kabupaten yang memang belum bisa kita kerjakan, diharapkan diambil alih oleh Provinsi yaitu, jalan Kabupaten sepanjang pantai kurang lebih 18 km. Kalau jalan 18 km dengan tipikal pa Gubernur sepeti Pa Viktror hanya batuk saja sudah jadi,” ujar Bupati Sunur.

Dihadapan Gubernur NTT dan warga yang memadati objek wisata Pasir putih Mingar, Bupati Sunur berjanji akan mengurus ruas jalan di wilayah Pedalaman.

“Supaya urusan saya tidak lagi urus infrastruktur lewat pinggir pantai, tapi saya memotong jalur ke atas pedalaman, itu urusan saya sebagai Bupati di kabupaten Lembata. Kita bagi mana urusan Kabupaten, mana urusan Provinsi dan mungkin juga atas bantuan pa Gubernur, bisa dikeroyok bersama-sama menjadi jalan strategis Nasional,” ujar Bupati Sunur.

Bupati Sunur menyebut, Lamalera sudah ditetapkan dalam Perda sebagai branding pariwisata Lembata. Karena itu Bupati berterimakasih kepada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, karena Lamalera juga ditetapkan sebagai objek wisata estate dan Lembata juga bagian dari badan otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores sampai ke Alor.

“kita berterimakasih, karena itu fasilitas yang ada ini pa Gubernur sudah tau apa yang akan dilakukan di tempat ini juga. Homestay serahkan ke Kabupaten, sedangkan Provinsi cukup urus jalannya saja,” ujar Bupati Sunur. (*S/HJ).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment