Seorang Ayah Di Waowala Tega Hamili Anak Kandungnya
Kriminal

By Admin HJ 06 Agu 2020, 15:32:21 WIB Hukum
Seorang Ayah Di Waowala Tega Hamili Anak Kandungnya

Keterangan Gambar : Kasatreskrim Polres Lembata, IPTU I Komang Sukamara


Entah apa yang merasuki otaknya. Seorang ayah berinisial UB, 37 tahun, warga Desa Waowala, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tega menghamili anak kandungnya sendiri.

Hasna Wati Irna, Ibu rumah tangga, warga Desa Waowala, Kecamatan Ileape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Rabu (5/8/2020) petang berang.

Perempuan berusia 32 tahun itu dibuat sangat kaget, ketika Bidan desa yang memeriksa MK, menyatakan anaknya itu sudah hamil 4 bulan.

Baca Lainnya :

Ia semakin marah Ketika anaknya yang masih pelajar SMP itu mengaku melakukan hubungan terlarang dengan ayah kandungnya sendiri.

Hasnawati Irnapun membawa putrinya, MK yang berusia 14 tahun, Pelajar kelas 3 SMP yang sedang hamil 4 bulan itu untuk melaporkan perbuatan bejad sang ayah ke Pos Polisi (Pospol) Ile Ape.

Hasna Wati Irna, pantas marah dan melaporkan pelaku persetubuhan anak dibawah umur yang tak lain adalah suaminya sendiri, lantaran mengetahui suaminya berinisial UB, 37 tahun, tega menghamili buah hati mereka.

Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten melalui Kasatreskrim Polres Lembata, Iptu I Komang Sukamara, Kamis (6/8/2020) mengatakan, kejadian bermula pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2020 sekitar jam 17.00 wita, di pondok kebun.

“korban sedang bermain dirumah dan diajak oleh terlapor (ayah kandung) untuk pergi kekebun untuk memberi makan kambing. Setelah sampai dikebun, terlapor memberikan makan kambing dan kemudian terlapor mendekati korban dan mengajak korban untuk ke pondok. Sampai di pondok terlapor memaksa membuka celana korban dan memaksa meniduri korban sehingga korban tidak bisa berbuat apa-apa. Korban pasrah dan terlapor melakukan persetubuhan terhadap korban. Kejadian ini berlangusung berulang-ulang sampai hamil 4 bulan,” ujar I Komang Sukamara.

Akibat perbuatan terlapor, korban hamil 4 bulan. Kehamilan korban diketahui oleh saksi Hasna wati Irna (ibu korban) pada hari Rabu, 5 agustus 2020 setelah korban diperiksa ke Bidan Desa.

Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten, melalui Kasatreskrim Polres Lembata, Iptu I Komang Sukamara mengatakan, Ibu korban dan korban datang kepospol Ile Ape melaporkan kejadian persetubuhan anak dibawah umur.

“kasus ini sudah dilimpahkan ke unit Perlindungan perempuan dan Anak (PPA) Polres Lembata. Terlapor saat ini sudah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten. (*S/HJ).   





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment