Satu Dari Tiga Lokasi Relokasi Penyintas Banjir Bandang Di Lembata Belum Dibangun

By Admin HJ 27 Jul 2021, 11:29:48 WIB Daerah
Satu Dari Tiga Lokasi Relokasi Penyintas Banjir Bandang Di Lembata Belum Dibangun

MEMASUKI bulan Agustus 2021, pembangunan rumah Risha bagi penyintas banjir bandang di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mulai menunjukan kemajuan.

Pada 4 April 2021 lalu, banjir bandang meluluhlantakan sejumlah di Desa di Kabupaten Lembata. Tidak sedikit korban nyawa berikut rumah warga setempat hanyut dan rusak berat.

Dari Tiga lokasi pembangunan rumah Risha, baru dua lokasi yakni Waesesa dan Tanah Merah sudah berhasil dibangun meski belum lengkap.

Baca Lainnya :

Sedangkan lokasi pembangunan di Podu, masih dalam tahap penggalian kontur tanah. Belum satupun rumah dibangun di sana.

Ditargetkan, pembangunan rumah bagi korban bencana banjir bandang di Ile Ape dan Ile Ape Timur itu selesai pada 30 November 2021 mendatang.

PLT Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, Senin (26/7/2021) memantau perkembangan pembangunan Risha, mendapati lokasi pemukiman baru bagi korban banjir bandang, di Podu, Kecamatan Ile Ape yang dibangun PT. Adhi Karya, belum satupun dibangun.

Menurut Project Construction Manager, PT. Adhi Karya, Yoling Mapadompit, pihaknya telah membangun 168 unit rumah dari total 173, unit rumah di Waesesa. Tertinggal 3 unit yang belum dibangun di lokasi itu.

Sedangkan di lokasi relokasi Podu, PT. Adhi Karya harus membangun 233 unit rumah. Namun hingga saat ini, proses pengerjaan masih berupa galian. Kontur tanah Berbukit menjadi kendala tersendiri pembangunan Risha di Podu.

Meski material non lokal sudah bertumpuk di lokasi Podu, namun belum satupun rumah dibangun.

"Kebutuhan 300 sampai 400 orang tenaga kerja tetapi karena adanya pembatasan akibat PPKM, maka proses mobilisasi pekerja menjadi sulit. Kita kendala mobilisasi tenaga dari luar. Terutama pengiriman barang non lokal dari luar," ujar Project Construction Manager, PT. Adhi Karya, Yoling Mapadompit.

Namun pihak PT. Adhi Karya berjanji, dengan target waktu hingga 30 November 2021, pihaknya berupaya mengakselerasi segala kemampuan demi percepatan pembangunan Rumah Risha baik di Waesesa, Podu dan Tanah Merah.

Sementara di Tanah Merah sedang dibangun 294 unit rumah Risha bagi penyintas banjir bandang.

PLT Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday meminta pihak PT. Adhi Karya menyelesaikan pembangunan rumah bagi penyintas banjir bandang yang kini masih menempati lokasi pengungsian, tepat waktu.

"Saya minta PT Adhi Karya segera menyelesaikan pekerjaan hingga 30 November 2021. Pengungsi yang hingga saat ini masih menghuni pondok-pondok untuk tetap menjaga Prokes, hingga saatnya masuk ke rumah Risa dengan aman dan nyaman. Warga masih punya harapan bahwa ke depan, warga korban banjir bandang akan menghuni rumah yang layak bagi keluarga mereka," imbuh PLT Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday.

RISHA merupakan rumah dengan konsep knock down. Proses pembangunannya tidak membutuhkan semen dan bata, melainkan dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut. Maka pembangunan rumah ini dapat diselesaikan dengan waktu jauh lebih cepat. (Prokopim Setda Lembata).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda