Praktisi Minta Pemda Segera Serahkan Penanganan Pelabuhan Ke Kementerian
Benahi Pelabuhan Laut

By Admin HJ 11 Jan 2021, 13:55:46 WIB Daerah
Praktisi Minta Pemda Segera Serahkan Penanganan Pelabuhan Ke Kementerian

Keterangan Gambar : Kondisi Pelabuhan Laut Lewoleba yang mulai Keropos


AKTIVITAS bongkar muat atau Embarkasi maupun Debarkasi di Pelabuhan laut Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, saat ini semakin ramai. Sayangnya, kondisi fisik, sarana dan prasarana Pelabuhan laut Lewoleba masih memprihatinkan.

Kini, 5 Kapal Cepat yang melayari rute Lewoleba-Larantuka,PP, setiap hari silih berganti menyinggahi Pelabuhan laut Lewoleba. Kini, pasca pemberlakuan PSBB, Pemda Lembata meminta Kapal berbadan jumbo milik PT. Pelni, kembali menyinggahi pelabuhan laut Lewoleba.

Baca Lainnya :

David Vigis, Praktisi pelayaran, pengguna jasa Pelabuhan, kepada media ini, menyoroti kondisi dermaga laut Lewoleba lama yang dibangun tahun 1983. Dermaga tersebut sampai saat ini tidak terurus. Kondisi bangunan dermaga itu sudah keropos. Pada bagian pintu masuknya sudah berlubang, namun dermaga yang terkenal paling sibuk itu masih menjadi tempat persinggahan kapal penumpang setiap hari, termasuk kapal cepat.

Menurutnya, kondisi ini menyebabkan proses embarkasi dan debarkasi para penumpang dari kapal cepatpun sangat terganggu.

“Mestinya Pemerintah mengaktifkan kembali Jety apung di sebelah Timur dermaga, sebagai lokasi berlabuh kapal cepat. Saat ini ada 5 kapal cepat beroperasi, namun sarana prasarana tidak menunjang padahal, ini sistimnya boarding tiket, muat sesuai kapasitas,” ujar David Vigis.

Tak hanya itu, karet vender di depan dermaga baru maupun lama, tidak ada. Fungsinya menahan benturan kapal ke dermaga saat olah gerak sandar kapal dan saat bongkar muat terlepas.

Demikian pula lapangan penumpukan kontainer sampai saat ini belum di pavin, meski sudah dipergunakan sekian tahun masih berlantai tanah, bergelombang.  Beresiko saat muat atau menurunkan peti kemas dari atas tronton.

Menurut Vigis, kondisi ini diperparah jeti apung kurang lebih 100 Meter dari ujung barat dermaga, sejajar dengan garis depan dermaga.

“Pemda harus serahkan pengelolaan pelabuhan kepada kementerian perhubungan,dalam hal ini Dirjen Perhubungan laut. Dengan kondisi dermaga yang mulai parah ini, tidak sedikit biaya renovasi,” ujar David Vigis.

Hal senada disampaikan Ben Hur, salah satu Kapten Kapal Ocean Going, putra daerah Lembata. Ia mengusulkan, Pemda segera menyerahkan pengelolaan Pelabuhan laut Lewoleba kepada Kementerian perhubungan sebelum kondisinya semakin parah dan sulit di benahi. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment