Penjabat Bupati Marsianus Gugat Pengamalan Nilai Tradisional Persatuan di Lembata

By Admin HJ 25 Mei 2022, 08:15:32 WIB Daerah
Penjabat Bupati Marsianus Gugat Pengamalan Nilai Tradisional Persatuan di Lembata

PIDATO Perdana Penjabat Bupati Lembata, Drs. Marsianus Jawa, M.Si, Selasa (24/5/2022), menggugat kesadaran warga Lembata dalam mengamalkan warisan nilai-nilai tradisi persatuan dan kesatuan dalam spirit "Taan Tou".

Slogan persatuan itu terus menerus dikumandangkan baik oleh tokoh adat hingga pejabat Pemerintahan di daerah itu.

Menurut putra asli Nagekeo itu, leluhur Lewotanah sudah menanamkan nilai persatuan dan kesatuan, namun, diluar sana, Lembata terus terdengar konflik kepentingan yang terus terjadi.

Baca Lainnya :

"Di bandara tadi, saya dan keluarga diterima secara adat di Lewotanah tercinta ini. Syair- syair itu sangat sakral yang ada nilai yang terkandung di dalam, dan leluhur Lewotanah sudah menanamkan nilai persatuan dan kesatuan. Lalu pertanyaannya, apakah Lembata hari ini, mengikuti petunjuk atau apa yang sudah ditanamkan oleh leluhur. Tanda tanya besar buat Lembata," ungkap Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, mengawali pidato Perdananya di kantor Bupati Lembata, Selasa (24/5/2022).

"Keributan" yang terus terjadi di Lembata, menurut Penjabat Bupati, disebabkan komunikasi yang berasal dari "sudut sudut".

"Maka tadi saya sengaja menggeser podium ini (tadinya diletakan di sudut, kemudian di geser ke depan-red). Itu salah satu ciri, Komunikasi. Tidak bisa orang berbicara dari sudut.

Bagaimana komunikasi dengan orang yang melihat dan mendengar kita. Ini hal kecil tapi penting buat Kita semua," ungkap Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa. 

Marsianus kemudian menegaskan, komunikasi yang baik harus berhadap-hadapan.

Media sosial membuat seolah olah Lembata semua yang negatif. Apakah benar? Rasanya tidak. Mereka bikin semua negatif.

"Jangan kita seperti RRI, yang hanya mendengar suara. Saya minta Pers, coba menginformasikan keluar itu hal-hal yang sedikit lebih baik. Daerah ini dibangun dengan cinta, kebersamaan, tidak dibangun dengan perbedaan," ujar Penjabat Bupati Marsianus.

Sekali lagi, kalau kita meletakan dasar-dasar perbedaan di daerah ini, kapan maju daerah ini. Kesejahteraan tidak diukur oleh angka angka. Real di masyarakat. Kita kerja turun ke masyarakat.

Penjabat Bupati Lembata, Marsianus kemudian menyatakan terimakasihnya kepada Mantan Bupati Thomas Ola dan almahrum Eliazer Yentji Sunur.

"Secara pribadi, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapa Thomas Ola, ini sahabat saya. Sejak saya di inspektorat ada beberapa kegiatan yang sering kami lakukan bersama," ungkapnya.

Terimakasih juga kepada Ibu dan almahrum, Eliazer Yance Sunur, yang sudah meletakan dasar penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Lembata.

"Tugas saya sebagai Penjabat Bupati adalah melanjutkan apa yang sudah bapa ibu lakukan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan," tandas Marsianus.

Siapapun ASN Berprestasi Akan Dipakai

Marsianus menekankan pentingnya berkolaborasi dikalangan ASN. ASN dituntut untuk terus belajar serta menunjukan kinerja yang baik.

"Tidak perlu kesana ke sini. Tunjukan kinerja anda. Siapapun pasti dipakai. Kinerja itu menjadi prioritas," ujar Marsianus Jawa. 

Ia menandaskan, biasanya kata kolaborasi itu enak disebut.

"Apa sih kolaborasi. Tidak sekedar kita menyampaikan, mengunjungi dan mengirimkan undangan atau surat. Tidak," ujar Marsianus Jawa.

Anda mengerti pekerjaan yang ada di sana. Anda bisa membantu tugas perangkat daerah yang lain.

"ASN harus belajar yang banyak. Saya ingatkan, ASN Belajar. Saya tau sana sini ada bgini begitu, tapi Lembata harus dimulai dari ASN. Jadi saya minta pada kesempatan ini, ASN tinggalkan keberpihakan, ikut ikutan dengan suksesi tertentu. Saya kepingin kita Pasif. Kalau netral nanti di sana sini masih bekerja. Kita harus pasif, jangan ke sana jangan ke sini. Kalau bapa ajak saya, bilang saja, Maaf, saya ASN. Kenapa kita harus kesana ke sini. Tidak perlu," ujarnya.

Disebutkan, untuk mencapai tujuan RPD 2023-2026 sangat harapkan dukungan dari Lembaga DPRD, kerjasama tidak hanya di mimbar, TNI/Polri, lembaga sosial kemasyarakatan, lembaga keuangan, dan dukungan dari masyarakat Lembata seluruhnya.

Saya biasanya sambutan tidak biasa ngomong terlalu panjang, karena rumusnya sederhana, bicara banyak biasanya kerjanya sedikit. Saya mau balik, kita bicara sedikit tapi kerja yang banyak.

"Sebagai aparat sipil negara, saya mengingatkan kita untuk senantiasa menghayati peran kita sebagai perekat NKRI. Tugas kita cukup menjawab sapaan assalamualaikum, syalom, salve, namo budaya, itu bukti bahwa kita tidak diskriminatif dengan saudara saudara kita yang beragama lain," ujarnya. 

Penjabat Bupati Lembata, Marsianus menjelaskan,  Gubernur NTT selalu mengumandangkan salam supaya NKRI itu mulai dari NTT, dan dirinya mau Persatuan NKRI di mulai dari Lembata. Jawab saja susah susah, otak pasti sudah kiri kanan," ungkapnya.

Ia menutup pidato Perdananya dengan mengutip adagium.

"perjalanan 1000 mil, harus dimulai dari satu langkah awal.

Dan hari ini saya memulai langkah awal saya di kabupaten Lembata," pungkasnya. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda