Pemdes Nubamado Gandeng Dokter Dan Tim Medis Perangi Stunting
Perangi Stunting

By Admin HJ 05 Agu 2020, 09:46:50 WIB Daerah
Pemdes Nubamado Gandeng Dokter Dan Tim Medis Perangi Stunting

Keterangan Gambar : Penjabat Kepala Desa Nubamado, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Felix Buran


PENJABAT Kepala Desa Nubamado, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Felix Buran, menunjukan komitmen kuat memerangi stunting di Desanya. Meski isu stunting menjadi isu global, pemerintah Desa stempat memandang edukasi kepada masyarakat menjadi factor penting mendorong perang melawan stunting.

Di Kabupaten Lembata, Desa Nubamado, Kecamatan Nubatukan, ditetapkan pemerintah Kabupaten, sebagai salah satu dari 61 Desa yang menjadi lokus stunting tahun 2020.

“sebagai salah satu desa lokus stunting, pemerintah desa komit mencegah dan menurunkan angka stunting. Selain intervensi anggaran APBDes untuk kegiatan pencegahan stunting, salah satu upaya yang kami lakukan adalah membuat kegiatan edukasi kepada masyarakat. Kami gelar kegiatan sosialisasi stunting, Pusling dan Pusbindu di Desa, dengan mengundang dokter dan tim medis dari Puskesmas Nubatukan. Ini penting memberikan penyadaran kepada warga tentang bahaya stunting pada keberlanjutan generasi bangsa ini,” ujar Penjabat Kepala Desa Nubamado, Felix Buran.

Baca Lainnya :

Dalam sambutannya, penjabat Kepala Desa Nubamado, Felix Buran menjelaskan, dalam kegiatan rembuk stunting, pada tanggal 29 Juni 2020, pemerintah kabupaten Lembata mengisyaratkan kepada para Kepala Desa untuk mengedukasi secara terus menerus tentang pentingnya pencegahan stunting. Desa juga diistruksikan untuk mempersiapkan penganggaran untuk pencegahan stunting, perkuat PKK untuk bekerjasama dengan Bidan Desa dan instansi terkait untuk pencegahan stunting dan gizi buruk,     

Disaksikan humanitarianjournal.com, Rabu (5/8/2020), kegiatan Sosialisasi Stunting, Pusling dan Pusbindu dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan terhadap lansia, ibu hamil, bayi dan balita. Tampil sebagai Nara sumber dalam sosialisasi tersebut, Dokter Anggraini dari Puskesmas Nubatukan, serta 5 tim medis dari Puskesmas Nubatukan.

Dokter Anggraeni dalam kesempatan itu menyebutkan, stunting sangat berpengaruh pada generasi bangsa. Generasi dan anak yang sehat sudah harus memenuhi asupan gizi sejak masa kehamilan dan pada periode emas kelahiran.

“sebagai desa lokus pencegahan stunting, terdapat beberapa anak di Desa Nubamado tergolong stunting, salah satu cara pencegahan yang wajib diberikan adalah pemberian asupan gizi secara rutin dan terus menerus terhadap anak stunting,” ujar Dokter Anggraeni.  

Sementara itu data di rilis Bapelitbangda Kabupaten Lembata tahun 2020, menunjukan,  terdapat 10.273 Balita. Bapelitbangsa setempat menganalisis situasi ini (kelahiran balita) akan berkurang pada tahun 2021 menjadi 10.169.

Dari total balita yang ada di Lembata itu, sebanyak 1.925 balita mengalami stunting pada tahun 2020. Pihak Bapelitbangda menganalisis, situasi ini (balita yang mengalami stunting) justru akan bertambah pada tahun 2021 sebanyak 1.937.

Sementara dari total 144 Desa Kelurahan di Lembata, pada tahun 2020, terdapat 61 Desa menjadi lokus Stunting, namun kondisi ini diprediksi akan berurang pada tahun 2021 yakni sebanyak 55 Desa lokus Stunting.(*S/HJ)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment