Pemda Lembata Proses Penghapusan Dan Penggabungan Desa di Tiga Pemukiman Relokasi Seroja

By Admin HJ 14 Jul 2022, 14:26:54 WIB Daerah
Pemda Lembata Proses Penghapusan Dan Penggabungan Desa di Tiga Pemukiman Relokasi Seroja

PENJABAT Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur, Marsianus Jawa, mengakui masih banyak persoalan kependudukan dan administrasi kawasan Pemukiman yang harus segera di tangani dalam proses merelokasi warga korban badai Seroja.

Sejumlah desa korban badai Seroja tahun 2021 silam, kini di satukan dalam tiga kawasan pemukiman relokasi yakni Waisesa, Tanah Merah dan Podu.

Warga yang menempati kawasan relokasi tersebut berasal dari gabungan beberapa desa.

Baca Lainnya :

Meski mengaku terlambat memberi perhatian pada tiga lokasi relokasi korban Seroja, permasalahan pemukiman dan kependudukan di Waesesa, Tanah Merah dan Podu, Pemerintah bersama DPRD kabupaten Lembata, sepakat untuk berkonsultasi ke Provinsi  kementerian Desa, dan Kemendagri.

"Kita terlambat. Kenapa, karena baru hari ini kita mulai persoalkan kenapa ini, kenapa itu. DPRD juga mengakui kita terlambat. Mereka juga sepakat karena perhatian kita kurang fokus ke kawasan relokasi," ungkap Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa.

Ia menyebut, banyak aspek administratif yang harus dilakukan dalam menata tiga kawasan relokasi tersebut.

"Ini kan Banyak aspek yang harus dibenahi, ketika memindahkan orang dari Desa ini ke Tanah Merah misalnya. Ini berpengaruh dia masuk kecamatan mana, dia masuk desa mana, ini perlu kita benahi. Oleh karena itu, atas saran DPRD dan kami sudah bersepakat, segera berkonsultasi ke Provinsi dan kementerian Desa, dan Kemendagri supaya kita luruskan, sementara regulasi kami bersama sama DPRD segera melaksanakan perubahan perubahan agar kita proses sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku," ungkap Marsianus.

Penjabat Bupati Lembata menyebut, tiga tempat relokasi belum dapat dikatakan sebagai Desa Baru, karena perlu ada tahapan penghapusan desa, penggabungan.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Lembata, Elias Keluli Making mengatakan, perpindahan warga dari sejumlah Desa di Kecamatan Ile Ape Dan Kecamatan Ile Ape Timur kemudian bermukim di satu lokasi pemukiman, akan berpengaruh dalam proses pendataan pemilih dalam Pemilu 2024 mendatang.

"Pasti berpengaruh. Tetapi saat ini, warga yang menempati relokasi masih terdata sebagai warga yang berasal dari Desa asalnya," ungkap Elias Making. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda