Pemda Lembata Berdayakan Sektor Usaha Pariwisata Di Tengah Pandemi Covid-19
Geliat Wisata Di Tengah Pandemi

By Admin HJ 09 Okt 2020, 15:15:34 WIB Wisata
Pemda Lembata Berdayakan Sektor Usaha Pariwisata Di Tengah Pandemi Covid-19

Keterangan Gambar : Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kab Lembata, Antonius Lianurat


PEMERINTAH kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur terus mendorong peningkatan penerimaan sector usaha jasa pariwisata yang lesu akibat wabah virus Korona.

Salah satu langkah konkritnya yakni dengan membagi tanggung jawab dalam setiap even Kegiatan yang diselenggarakan Pemda setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Apol Mayang melalui Kabid Pengembangan Pariwisata, Antonius Lianurat, Jumad (9/10) mengatakan, pihaknya melibatkan 7 hotel, 18 warung dan angkutan wisata milik pemda, dalam pelatihan kepada 26 Desa Wisata yang diselenggarakan selama 1 pekan.

Baca Lainnya :

“peserta dinapkan di 7 hotel di kota Lewoleba. Berbagi semua hotel, konsumsi mereka diurus oleh 3 warung. Ada 18 warung melayani mereka selama 6 hari pelatihan. Kemudian yang memobilisasi mereka setiap hari adalah Bis Pariwisata yang ada di dinas PU. Antar peserta dan jemput, peserta bayar ke Bis, setiap pagi datang 10 ribu, pulang 10 ribu,” ujar Antonius Lianurat.  

Peserta juga masuk ke lokasi wisata pantai Waijarang ini dengan membayar biaya menurut perda, Rp.2000 sekali masuk-.

Pemda setempat pun mengoptimalkan dua destinasi. Pagi sampai sore jam 4 di pantai Waijarang dan dilanjutkan sore harinya di Bukit Cinta.

Peserta juga belajar konsep dari layanan destinasi yang disediakan pemerintah ini.

Dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Lembata selama sepekan memberikan Pelatihan Manajemen Destinasi dan manajemen homestay kepada 26 Desa Wisata yang telah ditetapkan pemda setempat.

Disbudpar Lembata menghadirkan 4 orang Instruktur dari Universitas Politeknik Kupang.

Pemilik hotel Anisa Lewoleba, Hajah Rahmawati Nur, mengaku dampak pandemic Covid-19 sangat dirasakan pengusaha jasa pariwisata seperti dirinya.

“tingkat hunian menurun mungkin karena orang bepergian seperlunya saja. Kita sangat terbantu dengan kegiatan-kegiatan pemerintah yang melibatkan sector swasta. Kami punya sumber daya, bisa pemerintah pakai,” ujar Hajah Rahmawati Nur. (*S/HJ).  





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment