Pasien Covid-19 Kedua di Lembata Dimakamkan, Keluarga Dilarang Mendekat
Bersatu Lawan Virus Korona

By Admin HJ 11 Jan 2021, 12:03:02 WIB Daerah
Pasien Covid-19 Kedua di Lembata Dimakamkan, Keluarga Dilarang Mendekat

Keterangan Gambar : MYSL Pasien Covid-19 Saat Dimakamkan di Pekuburan Umum Beluwa, Kelurahan Lewoleba Utara


MYSL, pasien Covid-19 yang meninggal dunia, Minggu (10/1/2021), dimakamkan menurut protokol Covid-19. MYSL, adalah pasien rujukan dari RS Damian, dilarikan ke RSUD Lewoleba pada 9 Januari 2021 pukul 18. 45, kemudian meninggal tanggal 10 Januari 2021, Pukul 11.00, dengan diagnosa terkonfirmasi Covid-19.

Disaksikan media ini, Lima orang ASN dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengenakan Hazmat lengkap, menggotong peti jenazah dari dalam mobil ambulans milik RSUD Lewoleba, menuju liang lahat yang telah disiapkan anggota Satpol PP, Minggu (10/1/2021) pukul 16.43 WITA di pekuburan umum Beluwa, Kelurahan Lewoleba Utara, Kecamatan Nubatukan.

Baca Lainnya :

Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Lembata lengkap mendampingi proses pemakaman itu. Ada asisten II Setda Lembata, Wens Payong Pukan, bersama seluruh Kepala OPD, Camat Nubatukan, Maria Anastasia Barabaje hingga Lurah di dalam kota Lewoleba.

Tampak pula Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten pun memimpin langsung pengamanan.

Sementara, keluarga dan kerabat almahrumah mengiringi proses pemakaman, namun dicegah aparat Kepolisian untuk tidak boleh mendekat. Keluarga dan kerabat almahrumah hanya dapat menyaksikan proses pemakaman itu dari jarak jauh. Keluarga juga dilarang untuk langsung memasang lilin usai pemakaman. 

Proses pemakaman pasien Covid-19, Minggu (10/1/2020) petang tersebut, berlangsug sesuai prokes yang ketat, di bawah pengawalan aparat kepolisian Resort Lembata. Pemakaman berlangsung tanpa upacara Doa.  

Dalam tradisi agama Katholik, proses pemakaan orang mati selalu di pimpin Pastor atau pengurus KBG setempat. Namun seluruh rangkaian doa itu tidak di temukan dalam proses pemakaman MYSL, Pasien terkonfirmasi Covid-19 kedua di Kabupaten Lembata yang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lembata, Markus Labi Waleng, mengatakan, ASN yang bekerja di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lembata, MYSL, adalah pasien rujukan dari RS Damian. Masuk RSUD Lewoleba pada 9 Januari 2021 pukul 18. 45, kemudian meninggal tanggal 10 Januari 2021, Pukul 11.00, dengan diagnosa terkonfirmasi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Lusia Shandra mengatakan, pasien tersebut diperiksa tanggal 9 Januari 2021, Pukul 22.28.04 dengan Tes Cepat Molekular (TCM) di RSUD Lewoleba.

MYSL diketahui memiliki penyakit penyerta Diabetes Melitus (DM tipe II), kadar gula dalam darah melebihi nilai normal. Tingginya kadar gula dalam darah, disebabkan tubuh tidak menggunkan hormone insulin secara normal. Hormon insulin itu sendiri adalah hormon yang membantu gula (glukosa) masuk ke dalam tubuh untuk diubah menjadi energi. 

Selain itu, pasien MYSL ini juga menderita Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Penderita ARDS mengalami sesak napas berat dan sering tidak dapat bernapas tanpa bantuan ventilator. 

Lusia Shandra menjelaskan, pasien tersebut diperiksa tanggal 9 Januari 2021, Pukul 22.28.04 dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) di RSUD Lewoleba.

Dikatakan, TCM ini biasanya untuk mendeteksi Pasien DB dan HIV, tetapi dengan mengganti Katridge, bisa juga mendiagnosa pasien Covid.

Tapi yang diperiksa di TCM ini harus yang ada gejala. Kebetulan ibu ini ada gejala dan diperiksa hasilnya lebih cepat diketahui.

Kalau pasien kontak tanpa gejala kita lakukan SWAB, dikirim ke kupang untuk mengetahui hasilnya.

“Kami turut berduka cita. Sekarang Warga Lembata sudah wajib menjalankan 5 M untuk mencegah penyebaran Wabah Covid-19. Sebagian kerabat berkontak langsung dengan almahrumah, sudah di traching, nanti kita lakukan rapid test anti gen untuk lihat hasilnya. Bagi yang melakukan rapid test anti gen otomatis harus isolasi mandiri,” ujar Kadis Kesehatan Kabupaten Lembata, Lusia Shandra.

Kadis Kesehatan Kabupaten Lembata, Lusia Shandra menjelaskan, Satu dua minggu ke depan akan dilakukan vaksinasi Covid-19.

“Ada 13.200 Vaksin untuk NTT, hanya untuk 6.600 orang, karena 1 orang kan dapat dua kali, dengan jangka waktu dua minggu. Sedangkan Nakes kita di Lembata, 1.082, tapi itu di screening lagi, apakah ada penyakit penyerta apa tidak. Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan penyakit berat lainnya, tidak boleh di vaksin covid-19,” ujar Shandra. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment