Pasar Ilegal Merebak di Tengah Pandemi, Pedagang Pasar Senja Lembata Mulai Buka Pagi

By Admin HJ 02 Apr 2021, 09:46:25 WIB Sekitar Kita
Pasar Ilegal Merebak di Tengah Pandemi, Pedagang Pasar Senja Lembata Mulai Buka Pagi

Keterangan Gambar : Lukman Hadi Abdullah, Pengelola Pasar TPI, Lewoleba, Lembata, NTT


SEBANYAK 227 pedagang pasar Senja TPI, kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/4/2021), melancarkan aksi protes, dengan membuka pasar sejak Pagi.

Ratusan pedagang pasar yang biasanya menjajakan dagangan mulai pukul 15.00 wita sore hingga malam hari itu, terpaksa mulai membuka pasar itu sejak pagi.

Pasalnya, upaya persuasif meminta pemerintah untuk segera menertibkan pedagang yang berjualan di sejumlah titik pasar ilegal di dalam kota, tidak direspon tegas.

Baca Lainnya :

Sejumlah pedagang di tempat liar tersebut seperti di jalan masuk menuju pasar TPI, blok M, pinggir jalan depan Toko Omega dan titik titik lain.

Lukman Haji Abdulah, pengelola pasar Senja TPI, Kamis (1/4/2021) mengatakan dirinya telah berkali-kali mengajak para pedagang di luar area pasar untuk masuk dan berjualan di dalam kompleks pasar. Namun upaya itu tidak di respon baik.

Pengelola pasar senja TPI kemudian menggelar rapat bersama pedagang, kemudian berkomunikasi dengn pol PP, namun hingga kali keempat, upaya itu tidak direspon juga.

"Mulai hari ini kami mulai buka pagi, sampai pemerintah bertindak tegas menertibkan pedagang di pasar liar," ujar Lukman.

Merebaknya pasar liar di tengah kota, semakin memperkeruh upaya pemulihan ekonomi, ditengah Pandemi covid-19.

"Pemasukan kami benar benar berkurang jauh karena Pandemi, juga diperparah sejak pasar liar di dalam kota Lewoleba semakin banyak beroperasi. Kami tunggu upaya tegas pemerintah," ujar Lukman.

Ia mengaku telah menemui Bupati dan Kasat pol PP untuk mengadukan persoalan tersebut, namun hingga saat ini tidak ada tindakan tegas.

Sementara itu, Kasat Pol PP, Markus Lela Udak dikonfirmasi media menjelaskan, pihaknya telah berkali kali memperingati para pedagang secara persuasif.

"kita sudah arahkan ke tempat yang benar. Langkah persuasif ini karena pertimbangan Pemulihan dan peningkatan ekonomi dalam masa pandemi Covid," ujar Kasat Pol PP, Markus Lela Udak.

Menurut Lela Udak, Pemerintah sudah maksimal membangun lapak untuk pedagang di pasar Pada, Pasar Lamahora juga membuat kebijakan pasar senja TPI, namun pedagang sendiri enggan memanfaatkan itu. Mereka lebih memilih berjualan di lokasi pasar yang di tentukan sendiri.

Kasatpol PP berjanji penertiban akan di laksanakan setelah hari raya Paskah.(*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda