Menelaah Sikap Publik terhadap Kebijakan Kemendikbudristek

By Admin HJ 30 Jun 2022, 16:39:58 WIB Opini
Menelaah Sikap Publik terhadap Kebijakan Kemendikbudristek

Menelaah Sikap Publik terhadap Kebijakan Kemendikbudristek

Oleh: Muhammad Husen Db, M.Pd

(Tenaga Ahli Badan Sosialisasi MPR RI)

Baca Lainnya :

 

Penjelasan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, menyatakan bahwa keberhasilan negara maju menumbuhkembangkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) karena negara itu mampu menyinergikan perkembangan kelembagaan dan sumber daya iptek yang dimiliki dengan berbagai faktor lain secara bersistem.

Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, dalam rangka memperkuat perekonomian domestik dengan orientasi dan berdaya saing global diperlukan dukungan penguatan sistem inovasi, melalui pengembangan iptek yang diarahkan pada peningkatan kualitas serta memanfaatkan iptek nasional untuk mendukung daya saing secara global. Hal itu dilakukan melalui peningkatan, penguasaan, dan penerapan iptek secara luas dalam sistem produksi barang/jasa, pembangunan pusat-pusat unggulan iptek, pengembangan lembaga penelitian yang handal, perwujudan sistem pengakuan terhadap hasil temuan dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pengembangan dan penerapan standar mutu, peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) Iptek, peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana iptek. Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berbasis pengetahuan serta pengembangan kelembagaan sebagai keterkaitan dan fungsional sistem inovasi dalam mendorong pengembangan kegiatan usaha.

Dalam kajian lebih jauh, penting untuk dilihat bagaimana bangsa ini terlibat dalam upaya mendorong perbaikan dan perubahan pendidikan di negeri yang kita cintai ini, Indonesia. Bangsa yang terus menjadi sorotan bangsa lain dalam berbagai aspek, tidak hanya sumber daya alam tetapi juga sumber daya manusia yang terus mengalami peningkatan. Dalam berbagai informasi terkini, banyak berita yang menjelaskan bebagai upaya sistimatis pemerintah melalui kemendikbudrstek dengan berbagai ide dan gagasan terkini dengan lompatan strategi yang juga baru. Kita coba telaah beberapa survey yang mengeksplorasi peran besar yang dilakukan Mas Nadiem Makarim melalui kementerian pendidikan, kebudayaan riset dan teknoilogi. Lembaga survei Indikator merilis hasil survei nasional mengenai pandangan publik terhadap Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek). Hasilnya, sebanyak 58,7 persen responden menjawab tidak pernah mendengar nama Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim. "Popularitas dan kedisukaan Nadiem Makarim. Sebanyak 58,7 persen tidak mengetahui, 41,3 persen mengetahui," ujar peneliti senior INDIKATOR Rizka Halida dalam jumpa pers virtual, Minggu (19/6/2022).

Lebih jauh, Rizka memaparkan hasil survei mengenai kepuasan masyarakat terhadap kebijakan yang dibuat Kemendikbud-Ristek. 64,6 persen masyarakat menyatakan cukup puas dan 3,4 persen merasa sangat puas. 59,2 persen responden pun optimistis bahwa kinerja Nadiem mampu membawa pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Lalu, 8,3 persen tidak percaya dan 1,5 persen sangat tidak percaya. Rizka turut menyoroti program Kemendikbud-Ristek mulai dari yang paling bermanfaat sampai yang tidak bermanfaat. Program yang sangat bermanfaat ialah Pembelajaran Tatap Muka dengan 42,8 persen, KIP Kuliah Merdeka 42 persen, bantuan kuota data internet 40,6 persen, BOS yang langsung ditransfer ke rekening sekolah dan semakin fleksibel penggunaannya 40 persen, dan Peraturan Menteri (Permen) Pencegahan serta Penanganan Kekerasan Seksual 33,2 persen.

Lebih lanjut, kata Rizka, bantuan untuk pelaku budaya 66,1 persen, guru penggerak 65,4 persen, matching fund vokasi 64,9 persen, Sekolah Penggerak 64,7 persen, dan platform Merdeka Mengajar 63,9 persen, menjadi program yang cukup bermanfaat untuk para responden. Sementara, 5 program yang kurang bermanfaat adalah PPDB dengan membuka hingga maksimal 30 persen kuota untuk jalur prestasi sebanyak 18,8 persen, Asesmen Nasional 14,4 persen, SKB Tiga Menteri tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut di lingkungan sekolah 12,7 persen, penolakan penggunaan bahasa Melayu Malaysia 7,9 persen, dan hak belajar tiga semester di luar kampus 7,1 persen.

Publik tentu sangat berharap agar seluruh program pemerintah harus tepat sasaran dan tepat guna. Akan terasa begitu indah ketika program yang diberikan pemerinta kepada publik dengan berbagai cara yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan publik. Semua program harus punya tempat yang baik dan terhormat di mata publik, bagaimana nasib masa depan republik kalau pemerintah tidak menyiapkan dan memberikan pelayanan yang baik serta pemerataan yang prima terhadap kepentingan publik. Agenda-agenda besar yang sudah dan akan dilakukan pemerintah terus menjadi jalan baik bagi semua kita. Sekuat dan sehebat apapun program pemerintah, tanpa dibarengi dengan sikap dukungan publik, semua akan sia-sia saja. Sebaliknya jika semua elemen bergerak serentak pada titik yang sama menggunkan energinya masing-masing, akan menghasilkan nilai kerja yang sangat membanggakan.

Pemerintah telah bekerja keras dengan semua kemampuan dan sistem yang dimiliki. selanjutnya publik dengan seluruh dukungan dari berbagai sisi termasuk melakukan pendampingan dan evaluasi sesuai dengan standar kemampuan yang dimiki, akan memberikan hasil positif yang kitas emua harapkan. Kinerja pemerintah yang sudah dilihat dengan survey dengan basis ilmiah yang proporsional, akan melahirkan kelketivitas yang menakjubkan. Energi kolektivitas yang sering kita sebut dengan kerja gotong royong. Bangsa ini adalah bangsa yang mengedepankan kerja bersama dengan semua daya dan upaya yang maksimal karena kita tahu bahwa bangsa yang besar punya ujian yang juga tidak mudah. Semakin mampu kita mendeteksi masalah yang kita hadapi semakin mudah kita menuntaskannya. Semakin banyak peran yang bisa kita ambil dalam proses menuntaskan masalah, maka semakin mudah bangsa ini keluar sebagai pemenang dalam kontestasi perang global. Indonesia telah membuktikan mampu bertahan hinga detik ini karena memiliki kekuatan kebersamaan yang di balut dengan kekitaan. Kita pernah punya sejarah dan menyadari akan kerapuhan karena kita di adudomba dan berjalan sendiri. Kini sejarah itu menjadi suluh perubahan sekaligus menjadi catatan emas bagi kita bahwa kebersamaan adalah kekuatan yang harus terus kita jaga.

 

Publik semakin sadar bahwa, pendidikan adalah cara baik untuk menjaga dan merawat bangsa ini. Maka apapun peran yang kebijakan yang diambil oleh pemerintah melalui Mas Nadeim Makarim sebagai nahkoda kemendikbudristek, harus terus mengedepankan cara keja kolektif kekitaan. Semua kebijakan harus bebasis nilai kebersamaan dan gotong royong. Semoga kita terus maju dan bangkit untuk bisa sejejar dengan bangsa maju lainnya.

 

 

Jakarta, 30 Juni 2022

Muhammad Husen Db, M.Pd





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda