Malam Ini Dentuman dan Gemuruh Disertai Lontaran Lava Pijar Terjadi di Puncak Ile Lewotolok
Erupsi Gunung Ile Lewotolok

By Admin HJ 29 Nov 2020, 21:06:20 WIB Daerah
Malam Ini Dentuman dan Gemuruh Disertai Lontaran Lava Pijar Terjadi di Puncak Ile Lewotolok

Keterangan Gambar : Lontaran Lava Pijar terjadi Minggu 29 Nov 2020 malam


Kepala Pos pemantau Gunung Berapi, Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, Minggu (29/11/2020) pukul 18.20 wita malam mengatakan, terjadinya perubahan kondisi erupsi di gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Nusa Tenggara Timur.

Erupsi eksplosif yang terjadi sejak pukul 09.45 wita pagi hingga petang hari itu, mulai berubah menjadi aktivitas Strombolian pada Minggu malam ini. Sementara dentuman, gemuruh mulai di sertai lontaran lava pijar terjadi Minggu malam.  

Lontaran lava pijar yang terpantau jelas di puncak Ile Lewotolok itu dapat diabadikan dari kota Lewoleba.  

Baca Lainnya :

“Masih terjadi erupsi. Terdengar suara dentuman dan gemuruh disertai lontaran lava pijar. Gempa tremor menerus pun terus berlangsung,” ujar Kepala Pos pemantau Ile Lewotolok, Stanislaus Arkian.

Dikatakan, aktivitas Strombolian sudah teramati.

“Tipe strombolian itu artinya open system. Sistem terbuka. Jadi magma dari dapur magma gunung api sudah tidak terhambat,” ujar Stanslaus Arakian.

Menurut Kasubdit PVMBG wilayah Timur, Devi kamil Syahbana, aktivitas Strombolian yang terjadi saat ini di gunung Ile Lewotolok, bisa mengindikasikan bahwa sistem sudah terbuka, magma sudah tiba di puncak, sehingga untuk terjadi erupsi eksplosif yang lebih besar dari tadi pagi probabilitasnya relatif kecil, karena magma sudah menemukan pintu keluarnya. Kalau kempes terus, erupsi bisa berakhir dalam beberapa hari-minggu ke depan. Lama sebentarnya erupsi ini bergantung dari volume intrusi magmanya.

“Erupsi sekarang adalah kulminasi dari intrusi yg sudah berlangsung setidaknya dari September 2017 lalu saat kita merekam banyak gempa vulkanik (gempa frekuensi tinggi). Tapi gunung api ini sifatnya non-linear. Ada juga kasus dimana meskipun telah Strombolian tapi tetap ada erupsi eksplosif, yaitu kalau masih ada migrasi magma yang signifikan dan kalau ada kondisi dimana sistem kembali tertutup sementara. Kondisi ini sifatnya dinamis,” ujar Devi kamil Syahbana.

Dikatakan, nanti dari seismik, indikasinya itu kalau tremor hilang atau kalau tremor amplitudo sangat rendah sekali tapi ada rentetan gempa vulkanik maka tidak akan lama, biasanya akan erupsi eksplosif lagi.

“Tapi kalaupun misal tidak erupsi eksplosif, skenario lain yang perlu diwaspadai adalah tumpukan lava di kawah, kalau ada penambahan volume lava dan membentuk kubah maka risiko potensi guguran lava/awan panas. Tapi kalau tidak ada penumpukan kubah, bisa juga berupa efusi lava, misal lava mengalir lewat bukaan di tenggara. Potensi yang lain, erupsi memicu longsoran material lapuk yg ada di permukaan kawah bagian tenggara,” ujar Devi kamil Syahbana. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment