Legislator dan Pengusaha Donasikan Ratusan Hasmat Untuk Para Medis di RSUD Lewoleba
Bersatu Lawan Virus Korona

By Admin HJ 16 Mei 2020, 01:06:19 WIB Kesehatan
Legislator dan Pengusaha Donasikan Ratusan Hasmat Untuk Para Medis di RSUD Lewoleba

Keterangan Gambar : Mikael Tan, Pengusaha Lokal Bantu Ratusan Hazmat Untuk Tim Medis RSUD lewoleba


DUKUNGAN terhadap para medis, garda terdepan dalam perang melawan wabah virus Korona di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, terus mengalir.

Setelah bantuan peralatan rapid test diserahkan legislator asal Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, kini giliran bantuan hazmat disalurkan pengusaha asal Lembata.

Selain Hazmat, ratusan alat pelindung diri bagi tenaga medispun di serahkan baik oleh legislator partai Golkar maupun oleh pengusaha local itu.

Baca Lainnya :

Mikael Tan, pengusaha local asal Lembata, Jumad (15/6/2020) menyerahkan donasinya berupa baju hazmat 250 lembar, masker 650 lembar, Face shield 40 buah, Sarung tangan 1 box dan Sepatu bot 20 pasang.

Bantuan kemanusiaan itu diserahkan Mikael Tan diterima Direktur RSUD Lewoleba, Dokter Bernard Yosep Beda.

Sementara, penyerahan bantuan dari legislator partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, diwakili Ketua DPRD dari partai Golkar, Petrus Gero.

Dalam kesempatan itu, Petrus Gero menyerahkan secara simbolis sejumlah peralatan rapid test dan Peralatan Kesehatan lainnya.

Donasi peralatan Kesehatan itu di serahkan Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero diterima Direktur RSUD Lewoleba, dokter Bernard Yosep Beda.

Direktur RSUD Lewoleba, Dokter Bernard Yosep Beda dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih atas perhatian berbagai pihak yang memperkuat tim medis, garda terdepan dalam perang melawan pandemi Covid-19. 

“saya sampaikan terimakasih kepada Anggota DPR RI, Melchias Markus Mekeng, dan pak Mikael, yang sudah membantu APD untuk tim medis di RSUD Lewoleba. Kami mengalami kekurangan APD, namun adanya bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak, syukur alhamdulilah, kekurangan-kekurangan kami dapat diatasi,” ujar Direktur RSUD Lewoleba, Dokter Bernard Yosep Beda.

Sementara itu Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur, dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih atas kepedulian para pihak baik oleh legislator Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng maupun pengusaha, Mikael Tan.

“kita berharap RSUD Lewoleba tidak menerima pasien positip Covid-19. Cukup sampai di Karantina saja terus kita pulangkan. Saya terimakasih atas kerja keras tim medis di RSUD Lewoleba. Covid-19 ini barang baru. Saya minta tim medis untuk mempelajari cara para dokter yang sukses menangani pasien Covid-19 di zona merah. Supaya Ketika ada pasien dengan gejala akut masuk, mudah-mudahan tidak ada, para dokter juga sudah tau apa yang akan dilakukan,” demikian Bupati Sunur berpesan kepada tim medis di RSUD Lewoleba.

Bupati Sunur dalam kesempatan itu mengatakan, kasus meninggalnya pasien covid-19 di Kota Kupang akibat transmisi local, hendaknya menjadi pelajaran bagi tim medis di Lembata.

“biasanya awalnya kaget mau di apain pasien ini. Tetapi dengan belajar dan berbagi pengalaman dengan para dokter yang sudah menangani pasien covid-19, saya berharap tim medis kita bisa hadapi wabah ini,” ujar Bupati Sunur. (HJ).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment