Karhutla Akibat Lahar Panas Di Puncak Ile Lewotolok Mencapai 2 Km Dari Puncak

By Admin HJ 28 Jul 2021, 18:54:14 WIB Daerah
Karhutla Akibat Lahar Panas Di Puncak Ile Lewotolok Mencapai 2 Km Dari Puncak

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) akibat lontaran lahar panas, di puncak Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur,  Rabu (28/7/2021) pukul 00.24 WITA terus meluas dan sulit dikendalikan.

Kebakaran terus meluas ke arah Selatan hingga Barat Daya, sejak lontaran lahar panas terjadi tengah malam hingga malam ini.

Hingga malam ini, kobaran api sudah mencapai lk 1.8 kilo meter dari puncak.

Baca Lainnya :

Pantauan media ini, Rabu (28/7/2021), kobaran api semakin meluas, menghanguskan vegetasi hutan. Diperkirakan, sudah lebih dari 50 Ha lahan di puncak Gunung dengan ketinggian 1.423 MDPL itu hangus terbakar.

Kepala Kesatuan Perlindungan Hutan (KPH) wilayah Lembata, Linus Lawe, kepada media ini, Rabu malam menyebutkan, pihaknya hanya dapat memantau serta berkoordinasi dengan para pihak guna membantu proses pemadaman, jika kebakaran telah melewati radius 3 km dari puncak.

"Kami Sedang koordinasi dengan pemdes. Butuh pertimbangan termasuk info akses dan  topografi. sementara titik api masih berada pada radius 3 km," ujar Kepala KPH Wilayah Lembata, Linus Lawe.

Sementara itu, Kepala Pos Pemantau Gunung Berapi Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, menyebut, lontaran material pijar juga mengancam kestabilan area lapuk. Menurutnya, bisa saja terjadi longsoran khusus area Timur Tenggara.

Disebutkan, Seismik sampai saat ini cendrung menurun, tetapi dengan catatan kegempaan cendrung memiliki frekuensi tinggi.


"Artinya masih ada suplay magma ke permukaan dan masih berpotensi erupsi," ujar Stanislaus Arakian, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api.

Menurut stanislaus, tindakan yang bisa dilakukan saat ini adalah  masyarakat harus mengikuti rekomendasi PVMBG yakni radius 3 km tidak ada aktivitas masyarakat.

Warga juga dihimbau Waspadai dampak langsung lontaran lava pijar yang bisa saja terjadi ke segala arah. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda