Jelang Paskah, KSL Percantik Wajah Anak di Dua Panti Asuhan

By Admin HJ 29 Mar 2021, 12:10:48 WIB Sekitar Kita
Jelang Paskah, KSL Percantik Wajah Anak di Dua Panti Asuhan

KOMUNITAS Salon Lembata, Nusa Tenggara Timur, (KSL) memulai safarinya menjelang hari raya Paskah, Minggu (28/3/2021) petang hingga malam.

Komunitas pekerja seni ini mengunjungi Panti Asuhan Don Bosko dan Panti Asuhan Wilhelmus Lewoleba, menggunting rambut geratis puluhan anak panti asuhan.

Gunting rambut geratis ini dilakukan belasan pekerja salon yang tersebar di kabupaten Lembata.

Baca Lainnya :

Pekerja salon Lembata membawa sendiri peralatan gunting rambut dari salonnya, kemudian mengunjungi dua panti asuhan, menggunting satu per satu rambut anak-anak terkategori terlantar itu.

Sebagaimana disaksikan Media ini di Panti Asuhan Wilhelmus, Kota Baru, wajah anak-anak panti seketika berubah menjadi lebih segar dan terurus karena sentuhan artistik dari para pekerja salon ini.

Meski sudah merubah penampilan anak-anak menjadi lebih segar, komunitas profesional ini tidak meminta sepeserpun uang.

Rini Baguhari, Ketua Komunitas Pekerja Salon Kabupaten Lembata, disela kegiatannya mengatakan, komunitas yang dipimpinnya itu berusaha untuk membantu anak anak panti asuhan sesuai kemampuan yang di miliki.

"Kita berusaha untuk berbagi dalam memaknai hari raya Paskah yang sebentar lagi dirayakan umat Kristiani. Berbagi itu bisa dalam bentuk karya seni. Contoh salah satunya, gunting rambut geratis di panti asuhan Don Bosko dan Wilhelmus ini," ujar Rini Bangunhari.

Menurut Baguhari, aksi seperti ini dilaksanakan jelang setiap hari raya. Menjelang hari raya Lebaran pun KSL tetap melakukan aksi serupa.

Komunitas ini dibentuk 14 Februari. Kegiatan bersamapun di gagas dengan melakukan arisan setiap dua minggu sekali. Komunitas ini beranggotakan 31 orang yang tersebar di berbagai wilayah Lembata.

Baguhari berharap komunitas seni rias yang dipimpinnya itu (KSL-red), dapat menjalin kerjasama dalam even-even yang di kerjakan pemerintah.

"Kalau boleh saat even penyambutan tamu maupun acara pembukaan El Tari Memorial Cup nanti, pemerintah percayakan KSL mengerjakan tata rias bagi penari- penari yang akan menyambut tamu undangan maupun dalam opening seremonial. Kami siap bekerjasama," tutur Bangunhari.

Rubah Gudang Jadi Kamar Tidur

Sementara itu Agustina Maing, Pendiri Yayasan dan pelaksana harian Panti Asuhan St.Wilhelmus Lembata, NTT menyambut baik kegiatan komunitas Salon Lembata ini.

Dikatakan, Panti Asuhan yang dipimpinnya memang belum memikirkan biaya untuk menata penampilan anak anak, terutama putri.

Kini panti asuhan tersebut memiliki 7 ruangan serta menampung 12 anak anak dan perempuan dewasa  yang terkategori terlantar dan di terlantarkan para suami.

Guna mengatasi kesulitan kamar itu, pihak panti asuhanpun terpaksa merubah gudang menjadi kamar tidur bagi anak anak. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda