Jelang Berakhirnya Satgas Nataru, Konsumsi Pertamax di NTT meningkat 86%
NTT

By Admin HJ 09 Jan 2020, 17:30:19 WIB Ekonomi
Jelang Berakhirnya Satgas Nataru, Konsumsi Pertamax di NTT meningkat 86%

Keterangan Gambar : Petugas SPBU di Sikka, NTT


Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mencatat kenaikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax hingga 86% di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama periode satuan tugas (satgas) Natal dan Tahun baru kemarin.

Baca Lainnya :

 

Tercatat konsumsi Pertamax di NTT sebanyak 30 KL/hari dari rata-rata harian 16 KL/hari. Konsumsi yang naik tersebut diyakini berasal dari meningkatnya masyarakat yang berlibur dan juga turis mancanegara yang berkunjung.

 

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji menyatakan bahwa kesadaran masyarakat untuk menggunakan bahan bakar yang lebih berkualitas dan lebih ramah lingkungan sudah semakin baik.

 

“Hal ini ditandai dengan kenaikan konsumsi Pertamax di wilayah NTT sebanyak 86%”, ujar Rustam. Tidak hanya itu, produk Gasoline lainnya seperti Pertalite juga mengalami kenaikan konsumsi hingga 11% dari rata-rata normal harian", ungkapnya.

 

Seperti yang diketahui, Pertamax merupakan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 92, dimana memiliki keunggulan dalam hal pembakaran mesin yang lebih optimal dan efisien, serta membersihkan dan melindungi mesin dari karat. Selain itu, Pertamax memiliki emisi yang rendah sehingga dapat menjaga lingkungan sekitar.

 

“Hal ini sangat baik untuk masyarakat, karena NTT memiliki destinasi wisata favorit Pulau Komodo dan Labuan Bajo sehingga penting untuk terus menjaga kelestarian alam yang berada di wilayah tersebut”, tambah Rustam.

 

Wisata Labuan Bajo

 

Di Labuan Bajo sendiri, Pertamina mencatat kenaikan konsumsi bahan bakar jenis gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax) sebesar 5.5% dari rata-rata normal harian. “Peningkatannya sebanyak 40,6 KL/hari dari rata-rata normal harian 38,5 KL/hari”, ujar Rustam.

 

Khusus bahan bakar Pertamax, tercatat peningkatan yang signifikan, yakni 66,7% dari rata-rata normal harian atau sebanyak 3,1KL/hari dari rata-rata normal 1,8 KL/hari. Di sisi lain, bahan bakar Pertalite juga mengalami peningkatan konsumsi sebesar 7% atau sebanyak 25,2 KL/hari dari rata-rata normal 23,6 KL/hari.

 

Nusa Tenggara Barat

 

Khusus di Nusa Tenggara Barat (NTB), tercatat kenaikan tertinggi terdapat pada BBM jenis Pertamax Turbo dengan rata-rata konsumsi selama masa satgas nataru kemarin sebesar 5% dari rata-rata normal harian atau sebanyak 2 KL/hari.

 

“Secara total, konsumsi gasoline di wilayah NTB mencapai 1.356 KL/hari selama masa satgas nataru kemarin dan gasoil mencapai 419 KL/hari”, tutup Rustam. (HJ).






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment