Janji BPH Migas Hanya Isapan Jempol, Tak Satupun Kasus Mafia BBM Di Lembata Terungkap

By Admin HJ 06 Apr 2023, 11:41:29 WIB Daerah
Janji BPH Migas Hanya Isapan Jempol, Tak Satupun Kasus Mafia BBM Di Lembata Terungkap

KENDATI BPH Migas telah menurunkan tim lengkap guna mengatasi carut marut kelangkaan BBM di Lembata, Nusa Tenggara Timur, namun hingga saat ini, Lembata masih dihantui persoalan kelangkaan menahun itu.

Janji Ketua Komite BPH Migas, Abdul Halim pun hanya isapan jempol belaka, sebab, pengecer BBM makin marak. warga Lembata masih terus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli BBM di pengecer dengan harga mahal.

Pantauan humanitarianjournal.com menjelang hari raya Paskah,  Rabu (5/4/2023), antrian panjang kendaraan baik roda dua dan roda empat terus memadati AMPS Lamahora dan SPBU Waijarang.

Baca Lainnya :

Antrian panjang kendaraan tersebut, disebabkan pihak APMS dan SPBU sudah menutup pelayanan BBM langsung kepada warga. Jam pelayanan yang suka suka disinyalir menyebabkan warga tidak terlayani.

Ironisnya, meski antrian panjang terus menerus terjadi di APMS dan SPBU, namun pelangsir semakin merajalela. Mereka  menjual BBM dengan harga 20 ribu per botol. Harga tersebut berlaku baik Pertalite maupun Pertamax. Cara mendapatkan BBM pun disinyalir sarat mafia.

Sudha menjadi rahasia umum, para pelangsir nekat membeli BBM bersubsidi dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali kepada pihak lain demi memperoleh keuntungan.

Padahal, harga BBM bersubsidi dan penugasan seperti Solar subsidi dan Pertalite (RON 90) masih tetap atau tidak mengalami perubahan harga. Harga Solar subsidi masih dibanderol Rp 6.800 per liter dan Pertalite Rp 10.000 per liter.

Adapun harga BBM Pertamina terbaru per 1 Maret 2023;

Solar subsidi: Rp 6.800 per liter

Pertalite: Rp 10.000 per liter.

Pertamax: Rp 13.300 per liter.

Pertamax Turbo: Rp 15.100 per liter. Dexlite: Rp 14.950 per liter.

Pertamina DEX: Rp 15.850 per liter.

Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa gerah dengan Maslah kelangkaan BBM yang menahun. Ia berusaha mendatangkan BPH Migas guna membantu mengatasi carut marut ini.

"Atas nama pemerintah, kami mohon bantuan BPH Migas, Pertamina Patraniaga dan semua komponen yang ada untuk membantu mengatasi persoalan ini," ungkap PJ Bupati, Marsianus Jawa, di hadapan Pihak Pertamina dan BPH Migas, Kamis (16/3/2023) lalu.

Saat itu, Ketua Komute BPH Migas, Abdul Halim, Kamis (16/3/2023) menegaskan, pihaknya menurunkan team guna menyelidiki dan mengurai benang kusut persoalan distribusi BBM di Lembata, Nusa Tenggara Timur.

"Tentunya sanksinya pasti ada. Mana BBM nya, dari mana dapatnya, kemana larinya, dijual berapa, itu nanti kita telisik semuanya. Nanti kalau diserahkan ke Kejaksaan kita udah punya bukti konkrit. Ketika penetapan tersangka, bukti sudah diambil semuanya," ungkap Ketua Komite BPH Migas, Abdul Halim.

Namun, Janji tersebut hingga saat itu tidak terealisasi. Persoalan BBM di Lembata pun semakin kusut karena diduga oknum APH, oknum Pengusaha hingga oknum pimpinan Parpol terlibat dalam mafia BBM Lembata. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda