HUT Otonomi Lembata ke 21, Bupati Sunur Sampaikan Ikhtiar Tuntaskan Infrastruktur Jalan
21 Tahun Otonomi Lembata

By Admin HJ 13 Okt 2020, 12:39:19 WIB Daerah
HUT Otonomi Lembata ke 21, Bupati Sunur Sampaikan Ikhtiar Tuntaskan Infrastruktur Jalan

Keterangan Gambar : Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur bersama Wakil Bupati Thomas Ola Langoday, Ketua DPRD Petrus Gero, kapolres AKBP Yoce Marten dan hakim PN Lembata


PERINGATAN HUT Otonomi Kabupaten Lembata ke 21, Senin (12/10/2020) di gelar Pemeritah setempat dengan sangat sederhana. Pemda setempat memilih memperingati HUT Otonomi Lembata di lokasi wisata pantai Lewolein Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sunur menyampaikan ikhtiarnya menyelesaikan pembangunan infrastruktur dengan dana pinjaman daerah senilai 400 miliar rupiah yang kini sedang diajukan. Sehingga pemimpin yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Kabupaten Lembata, focus membangun infastrukutur ekonomi dan social warga Lembata.

Pengerjaan infrastruktur jalan yang akan dituntaskan Pemda Lembata itu menyasar ruas jalan yang tidak tersentuh proyek Provinsi dan Proyek Nasional.

Baca Lainnya :

“Kita juga berdoa saat Otonomi ini, usulan permohonan proposal kita untuk pinjaman daerah total Rp. 400 miliar itu, bisa dikabulkan. Kalau bisa dikabulkan maka seluruh infrastruktur yang tadi saya gambarkan, itu semuanya selesai kita kerjakan. Supaya pemimpin yang melanjutkan, tugasnya memelihara,” ujar Bupati Sunur.

Dikatakan, jika pengerjaan infrastruktur melalui mekanisme pinjaman daerah, maka uang daerah diprioritaskan untuk belanja infrastruktur ekonomi dan social rakyat.

Sehingga uang kita nanti tidak dibelanjakan untuk jalan, tapi meningkatkan infrastruktur ekonomi rakyat dan infrastruktur social,” ujar Bupati Sunur.

Bupati Sunur menjelaskan, Uang Pinjaman daerah senilai Rp. 400 Miliar rupiah, akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur yang membelah jalur tengah. Mulai dari Desa Dikesare menuju Wade melewati beberapa Desa. Terus segmen jalan dari Waikomo-Uruor sampai ke Wulandoni, Waikomo-Puor tembus ke Wulandoni. Ruas jalan Atadei memutar ke arah Wulandoni dan Desa Dulir.

“Berarti Fokus kita mulai membelah. Yang tadi ruas jalan sentral diambil alih jalan negara dan jalan Propinsi di bagian pesisir, nah Kabupaten sekarang mengurus dari 21 keatas. Itu kita sudah focus ke jalur-jalur tengah. Jadi dari Dikesare tembus ke Wade, berarti melewati beberapa desa yang ada. Terus dari Waikomo-Uruor sampai ke Wulandoni, Waikomo-Puor tembus ke Wulandoni. Atadei putar Wulandoni dan desa Dulir. Nah ini menjadi fokus kita membangun infrastruktur,” ujar Bupati Sunur.

HUT otonomi Lembata ke 21 hanya diisi dua acara protokoler yakni pembacaan naskah memorandum 7 Maret 1954 oleh para Camat se Kabupaten Lembata, dilanjutkan dengan Sambutan Ketua DPRD dan Bupati.

Selebihnya, peringatan HUT Otonomi Lembata ke 21 diisi dengan aksi bersih bersih pantai dan nyanyian lagu dan karoke oleh para Kepala Dinas, Camat serta undangan.

Usai makan siang, rombongan Bupati/wakil Bupati dan forkopimda berkesempatan menjenguk mantan Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk yang dikabarkan sedang sakit.   

Dalam sambutannya di hadapan seluruh Forkopimda serta undangan serta warga yang memadati objek wisata pantai Lewolein, Desa Dikesare, Bupati Eliazer Yentji Sunur menggambarkan buah dari otonomi pada saat dirinya bersama Wakil Bupati, Thomas Ola Langoday memimpin.

Bupati Sunur menjelaskan, di sisa masa kepemimpinannya, diperlukan kebersamaan sebagaimana spirit Lembata Taan Tou (Bersatu-red).

Taan Tou (Bersatu-red) itu bukan menggambarkan kita hanyaa saling kerjasama tetapi harus lebih diperluas lagi, itu pernyataan budaya kita. Sosial budaya kita perlu lakukan harmonisasi. Harmonisasi itu bukan hanya kita dengan kita dalam semangat kerja kita, tapi juga dengan lingkungan, juga alam,” ujar Bupati Sunur.  (*S/HJ). 





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment