HUT Bhayangkara ke-75 Di Lembata di Warnai Madeknya Penyidikan Kasus Kematian Tidak Wajar Agustinus

By Admin HJ 01 Jul 2021, 18:10:02 WIB Sekitar Kita
HUT Bhayangkara ke-75 Di Lembata di Warnai Madeknya Penyidikan Kasus Kematian Tidak Wajar Agustinus

SUDAH 7 bulan berlalu, peristiwa kematian Agustinus Leyong Tolok, Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, SMK Atadei, desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, belum berhasil terkuak.Keluarga menduga ada kejanggalan dalam peristiwa kematian tersebut.

Jelang HUT Bhayangkara ke-75,Rabu (30/6/2021) petang, Bas Tolok bersama Remi Tolok didampingi Nandes Wahon, Kuasa Hukum keluarga, mendesak penyidik Polres Lembata segera menuntaskan penyelidikan kasus tersebut.

Kuasa hukum bersama keluarga menyebut, kedatangannya ke Mapolres Lembata sebagai "kado" HUT Bhayangkara ke-75.

Baca Lainnya :

 "Saya selaku kuasa hukum, mempertanyakan penanganan kasus ini. Karena sejak

12 November 2020 almahrum ditemukan meninggal di desa Katakeja-Kalikasa, maka bertepatan besok HUT Polri ke 75, kita pingin memberikan "kado" kepada Polres Lembata akan perkara yang sedang di tangani ini, segera diungkap tuntas," ujar Kuasa hukum keluarga almahrum, Nandes Wahon.

Disebutkan, dirinya berharap penuh pada Kapolres, Kasatreskrim, dan jajaran penyidik Polres Lembata memerioritaskan kasus ini agar segera diungkap tuntas. Hal senada disampaikan Remi Tolok, kakak kandung almahrum.

"Proses hukum ini berjalan sejak kematian almahrum, 7 bulan berselang. Keluarga sungguh mengharapkan agar kasus ini lebih cepat lebih bagus. Berharap polisi bisa ungkap misteri kematian adik saya ini. Polres lebih intens lagi karena sejak November 2020 sampai saat ini, waktunya cukup lama," ujar Remi Tolok. Remi Tolok menyebutkan, pihak keluarga masih menaruh kepercayaan, kasus ini dapat diselesaikan pihak Polres Lembata.

"Kami pihak keluarga tunggu hasil dari proses hukum ini. Semoga semua pihak yang sudah dalam bidikan Polisi segera dituntaskan, terutama di saat Polri ," ujar Remi Tolok.

Sementara itu, Kasatreskrim polres Lembata, Iptu Komang Sukamara, kepada kuasa hukum keluarga menjelaskan berdasarkan petunjuk saat gelar perkara, Penyidik memberi petunjuk untuk memeriksa saksi tambahan atas nama saksi Dus Ujan.

Menurut Sukamara, sudah 6 saksi diperiksa dalam kasus tersebut. Kasatreskrim berjanji pada 1 Juli 2021 akan dilakukan gelar agar penyidik mendapatkan kesimpulan atas kasus ini.

Almahrum Agustinus Leyong Tolok, Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum pada SMK Atadei, Desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur itu ditemukan tak bernyawa di belakang Sekolah, 7 bulan silam.

Ia diketahui menghilang sejak Jumad, 13 November 2020. Jasad korban baru ditemukan 14 November 2020 malam setelah warga dan keluarga melakukan pencarian.

Usai menjalani otopsi, kasus ini belum mendapatkan titik terang, namun keluarga menduga, almahrum Agustinus Leyong Tolok dihabisi. Pihak keluarga berharap Polisi dapat membuka misteri kematian tidak wajar tersebut. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda