GOR Gelora 99 Senilai 19,3 Miliar Siap Sambut Suratin Dan El Tari Memorial Cup
Infrastruktur Olahraga

By Admin HJ 16 Jun 2020, 18:24:27 WIB Olahraga
GOR Gelora 99 Senilai 19,3 Miliar Siap Sambut Suratin Dan El Tari Memorial Cup

Keterangan Gambar : GOR Gelora 99 Senilai 19,3 Miliar Siap Sambut Suratin Dan El Tari Memorial Cup


PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mulai mempersiapkan diri menghadapi perhelatan sepak bola bergengsi di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Suratin Cup dan El Tari Memorial Cup.  

Pemerintah setempat menggelontorkan anggaran senilai Rp. 19,333.000.000,- guna membangun Gedung Olahraga (GOR) Gelora 99. Tak hanya itu, pemerintah setempat juga menyediakan 4 mini stadion pendukung dengan dana masing-masing bernilai Rp.200 Juta per lapangan. 

Baca Lainnya :

Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur menjelaskan, GOR yang sedang dibangun itu dinamakan Gelora 99 karena Lembata menjadi kabupaten defenitiv sejak tahun 1999. 

“kalau saya bangun dan saya namakan Gelora Bung Yance kan orang protes. 99 itu angka Hoki. Orang Cina bilang itu angka kiu kiu. Kita tetap konsisten dan siap menjadi tuan rumah Suratin Cup dan El tari memorial Cup tahun 2021,” ujar Bupati Sunur. 

Disaksikan humanitarianjournal.com, Selasa (16/6/2020), progres pengerjaan GOR Gelora 99  sudah mencapai 44,22 persen. Tribun untuk penonton pun dalam tahap pengerjaan. Kontraktor pelaksana menaksir, pekerjaan tersebut sudah mencapai 44,22 persen.

Sementara, lapangan sepak bola itu sudah mulai dibentuk. Pembatas lapangan sekaligus drainase lapangan dan dasar untuk menanam rumput pun sedang dikerjakan. 

PT. Cipta Prasarana Jaya (CPJ) Kontraktor pelaksana GOR tersebut menargetkan pekerjaan tersebut akan rampung pada Oktober 2020 mendatang.

Aci Leli, owner PT. Cipta Prasarana Jaya (CPJ) mengatakan, pekerjaan lapangan dimulai pada akhir tahun 2019, sedangkan bangunan tribun penonton dibangun sejak pertengahan Januari 2020. Kontrak akan berakhir Desember 2020. 

“tetapi kita targetkan pekerjaan akan berakhir Oktober 2020. Progres pekerjaan 44, 22 persen,” ujar Aci Leli.  

Sementara itu, Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur, Selasa (16/6/2020), menjelaskan, untuk mendukung GOR Gelora 99, pemerintah mempersiapkan anggaran senilai 200 Juta rupiah per lapangan untuk membenahi Lapangan Lamahora, Lapangan Waiselan di Desa Muruona, Lapangan Desa Hadakewa di kecamatan Lebatukan dan lapangan Balauring. 

“kalau lapangan sepak bola Balauring nilainya sedikit lebih besar karena ada pekerjaan clearing. Kita kerjakan mulai tahun ini,” ujar Bupati Sunur. 

Even sepak bola Suratin Cup adalah even sepak bola antar Kabupaten di NTT yang di gelar setiap tahun, sedangkan El Tari Memorial Cup, di gelar setiap dua tahun sekali.

Menurut rencana kedua even bergengsi itu akan digelar tahun 2021. Bupati Sunur mengaku, rencana penundaan Suratin Cup yang digelar setiap tahun itu, belum diberitahukan secara resmi. 

“Kalau di Kabupaten Belu bukan dipindahkan, memang jadwal dia tahun 2021, setelah Lembata jadi tuan rumah Suratin cup. Kalau 2020 tidak dilaksanakan, berarti kan 2021 di Belu, tapi belum ada surat pemberitahuan secara resmi,” ujar Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur. 


Sementara itu persiapan juga di lakukan pemda Lembata guna menghadapi perhelatan sepak bola El Tari Memorial Cup tahun 2021 nanti. 

“Belum pasti apakah jadi dua tempat. Flores Timur dan Lembata. Kalau Flotim tidak bersedia, kita bersedia. Dalam rangka itu kita mulai persiapan-persiapan, kita punya Gelora 99, sampai dengan lapangan pendukung. Kita distribusi keramiaan ini sampai ke tingkat desa. Tidak hanya di kota Lewoleba. Masyarakat Desa juga punya hak menikmati,” ujar Bupati Sunur. 

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur menandaskan, menghadapi even sepak bola Eltari Memorial cup 2021, GOR Gelora 99 sedang dibangun. 

“Yang utama kan lapangan sepak bolanya. Konstruksi tribun untuk orang bisa duduk. Tinggal lampu kalau memang ada pertandingan malam. Kalau lampu belum ada kan tidak perlu ada pertandingan malam. Untuk mendukung stadion kita yang besar ada 4 lapangan di persiapkan, di lapangan Lamahora, lapangan Waipukang, lapangan Hadakewa di kecamtan Lebatukan dan lapangan Balauring,” ujar Bupati Sunur.  

Bupati Sunur memastikan, pembangunan fasilitas pendukung di empat lapangan akan dilakukan bertahap tergantung ketersediaan anggaran.

“Ini terganggu dengan covid, yang penting lapangan sesuai kriteria. Ini mini stadion, lapangan standar dengan ukuran standar internasional, namun fasilitasnya akan dibangun bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Pembangunan lapangan pendukung ini bisa saja 1,2,3 tahun, sampai tahun ke lima kan bisa saja,” ujar Bupati Sunur. (*HJ).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment