Gemuruh Gunung Ile Lewotolok Terus Terjadi, Uap Dengan Suhu 39,1 Derajat Muncul Di Desa Tanjung Batu

By Admin HJ 26 Jul 2021, 16:17:12 WIB Daerah
Gemuruh Gunung Ile Lewotolok Terus Terjadi, Uap Dengan Suhu 39,1 Derajat Muncul Di Desa Tanjung Batu

PIHAK pemantau gunung apa (PGA), bersama BPBD Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Senin (26/7/2021) memastikan laporan warga tentang uap panas yang muncul di Pinggir jalan Desa Tanjung Batu, Kecamatan Ile Ape, Bersuhu 39,1 derajat celsius.

Uap panas tersebut muncul sejak 3 hari lalu, hingga Senin (26/7/2021), pagi, setelah gemuruh gunung berapi Ile Lewotolok yang berlangsung terus menerus dua bulan belakangan.

Amran Payong, warga Desa Tanjung Batu, Kecamatan Ile Ape  lihat 3 atau 4 hari lalu.

Baca Lainnya :

"Uap air muncul seperti orang masak air mendidih. Saya lihat pertama, tiga hari lalu, tepatnya Jumad, 24 Juli 2021. Uap panas muncul di pinggir jalan, di celah celah tumpukan material bekas banjir bandang," ujar Amran Payong.


Sementara, warga lainnya, Mansyur Segolo mengatakan, sekitar jam 7 pagi tadi, dirinya melihat munculnya uap air di lokasi timbunan bekas banjir bandang.

Pihak BPBD Kabupaten Lembata pun bergegas menuju lokasi yang dilampirkan terdapat uap panas di Desa Tanjung Batu.

Kepala Seksi (kasie) Pencegahan, Yohanes Paskalis Oleona bersama kabid pencegahan dan  kesiapsiagaan Bencana, BPBD Lembata, Genape Siprianus bersama dia staf dari PGA Ile Lewotolok pun segera mengukur suhu di lokasi.

"Ada dua titik munculnya uap panas seperti laporan warga. Kita baru lihat lokasinya dan ini seperti biasa. Saat diukur suhu oleh pihak PGA, suhunya 39,1⁰ C,"  ujar Siprianus.

Menurut Siprinus Genape, Kabid Kesiapsiagaan dan pencegahan bencana, BPBD Kabupaten Lembata, dirinya menghimbau agar warga tidak panik.

"Saya tadi minta pemerintah Desa dan warga untuk tidak membuat kesimpulan sepihak, karena akan ada pihak berkompeten yang akan menilai ini," ujar Siprianus Genape.

Sementara itu, Stanis Arakian, Kepala PGA, Ile Lewotolok telah mengirimkan laporan untuk di analisis ahli Geo kimia dan penyidik Bumi di Bandung guna menyimpulkan venomena ini.

"Bahwa benar ada laporan adanya uap panas, tetapi tidak teramati adanya Uap panas dan asap gas belerang pada saat tim dari PGA turun ke lapangan," ujar Stanislaus Arakian. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda