Gagal Jadi Kadis, Sekretaris Kominfo Ancam Lawan Bupati

By Admin HJ 05 Jan 2022, 22:59:53 WIB Daerah
Gagal Jadi Kadis, Sekretaris Kominfo Ancam Lawan Bupati

PELANTIKAN  7 pejabat eselon dua di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Rabu (5/1/2022), siang diwarnai aksi protes yang yang dilayangkan Stanis Kebesa Langoday, salah satu peserta Lelang Jabatan Kadis yang gagal.

Protes bernada mengancam itu dilayangkan Stanis Kebesa Langoday di WAG Forum Komunikasi AKU Lembata. Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday dan Sekda, Paskalis Tapobali juga anggota grup WA tersebut.

"Saya siap pensiun dini di Maret 2022 dan saya lawan Thomas Ola," demikian voice note mirip suara Stanis Kebesa Langoday.

Baca Lainnya :

"Ingat, lawan lawan orang lain dari sisi politik, dari sisi Birokrasi saya orang LAN, Master Aparatur, sebut Merit System' jelas, jangan jilat lidah, paham itu" imbuhnya.

Stanis Kebesa Langoday, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Lembata, salah seorang peserta Seleksi Kepala Dinas lelang jabatan, nekat memarahi Bupati dan Sekretaris Daerah, karena gagal jadi Kepala Dinas.

"Jangan gara-gara Bapa Sekda, masa lelang di tempat lain, menang di tempat lain, Hahae," demikian voice note yang mirip suara Stanis Kebesa Langoday yang beredar luas itu.

"Saya minta Pak Sekda dan Bupati tolong kasi keluar saya punya nilai.supaya saya kalah juga kalah terhormat lah. Pak Sekda Paskalis Tapobali dan Bupati Thomas Ola, saya hanya butuh nilainya, Stanis kebesa saat lelang kemarin, nilainya paling rendah atau bagaimana. Kalau saya nilai terendah untuk apa juga saya protes.Tapi tidak enaklah, masa orang datang, saya ini senior lalu saya sekretaris Dinas, eh, segera kasi keluar saya, saya ingatkan pa Sekda dan Pa Bupati segera kasi keluar saya jadi staf atau dimana saja, jangan kasi saya di tempat yang tidak terlalu buat saya...dukung kamu untuk apa," demikian voice note yang mirip suara Stanis Kebesa Langoday yang beredar luas itu.

"Pak Sekda, Pa Sekda tolong naikan nilai. pa Bupati Thomas Ola tolong naikan nilai. Kira kira Kominfo itu siapa yang menang. Persoalan menang atau kalah bukan soal, masa bapa Bupati omong kompetensi, merit, merit inikan Stanis Kebesa nomor urut dua. Saya ini pegawai lebih dulu dari orang lain. Lalu merit nya ada dimana beliau berdua, aduuu kasian e, tolong e, kasi saya nilai, saya kalah saya siap,"

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Lembata itu bahkan nekat memaki maki Bupati dan Sekda Karena dinilainya tidak transparan.

Bahkan, dengan tau dan mau Sekretaris Dinas Kominfo, Stanis Kebesa Langoday menantang Bupati dan Sekda segera memberhentikannya dari jabatannya sebagai Sekretaris Dinas bahkan menantang Bupati dan Sekda untuk memecat jika dirinya dianggap bersalah.

Voice note yang akhirnya beredar luas itu, diterima Humanitarian Journal, Rabu (5/1/2022) usai acara pelantikan 7 pejabat eselon II di aula kantor Bupati Lembata.

Voice note yang dikirim Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Lembata di WAG itu bernada protes mengapa dirinya tidak ikut dilantik sebagai Kepala Dinas Kominfo, jabatan yang sedang dilelang terbuka oleh Panitia Seleksi Calon Kepala Dinas.

Padahal, menurut Stanis Kebesa, dirinya ASN senior, lulusan LAN dan Master Aparatur. Mengapa dirinya tidak lolos seleksi Kepala Dinas. Iapun meminta hasil penilaian yang diberikan panitia seleksi yang di pimpin Sekda dan Bupati Lembata.

Sementara itu, Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday kepada media ini menegaskan proses seleksi jabatan Kepala Dinas atau eselon II sudah berjalan sesuai regulasi.

Bupati Langoday menegaskan hanya bisa mendoakan ASN peserta lelang jabatan yang mengancamnya itu.

"Ampunilah dia karena dia tidak tahu apa yang dia omong. Salam SUCCESS," ujar Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday.

Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday menyayangkan sikap keras kepala yang ditunjukan anak buahnya itu.

"Kalau paham regulasi bisa kendalikan diri" ungkap Bupati Langoday.

Dirinya menegaskan, tidak akan membalas dendam. Bagi yang melawan regulasi, maka regulasi pula yang akan menghukumnya.

"Tidak perlu membalas dendam. Kalau melawan regulasi maka nanti regulasi yang menghukumnya," ujar Bupati Langoday.

Sementara Sekda Lembata, Paskal Tapobali mengatakan, tindakan yang dilakukan Stanis Kebesa Langoday merupakan tindakan indisipliner ASN.

"Terlalu yakin dan ambisius jadi begitu sudah, Macam orang kehilangan akal," ujar Sekda Tapobali.

Ia berjanji akan segera memanggil ASN tersebut sebagaimana diatur dalam peraturan perundang undangan yang berlaku. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda