Dukungan Untuk Kejari Lembata Mulai Berdatangan
Kasus Mafia Tanah

By Admin HJ 26 Mar 2021, 16:04:03 WIB Hukum
Dukungan Untuk Kejari Lembata Mulai Berdatangan

BELASAN kelompok gerakan yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Lembata Bersatu, Jumad (26/3/2021) memberikan dukungan kepada Kejaksaan Negeri Lembata.

Dukungan diberikan dengan memberikan Krans bunga berisi pesan dukungan moril guna penuntasan kasus dugaan mafia tanah di Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Kedatangan Aliansi Rakyat Lembata Bersatu dipimpin Kanisius Soge, pada pukul 10.34 WITA, disambut Kasipidsus Kejari Lembata, David R.G. Simatupang.

Baca Lainnya :

Belasan Krans bunga tersebut di letakan di halaman depan kantor Kejaksaan Negeri Lembata kemudian para aktivis itupun menyampaikan dukungan penuntasan kasus mafia tanah di Desa Merdeka.

Kanis Soge, Ketua Aliansi Rakyat Lembata Bersatu, usai berdialog dengan Kasipidsus di kantor Kejaksaan Negeri Lembata mengatakan, pihaknya bersama 13 komunitas gerakan anti korupsi di Lembata, memberikan dukungan penuh atas kinerja menuntaskan kasus korupsi dugaan mafia tanah di Desa Merdeka.

"Semoga kasus ini bisa dituntaskan. Kami menyatakan sikap untuk selalu bersama kejaksaan Negeri Lembata," ujar Kanisius Soge.

Sementara itu Kasipidsus Kejari Lembata, David R.G. Simatupang kepada wartawan menjelaskan, Pihaknya profesional menuntaskan kasus apapun yang sedang ditangani.

"Langkah kita untuk proses penegakan hukum, tidak ada kepentingan apapun. Apalagi di masa Pandemi ini," ujarnya.

Kini pihak Kejari Lembata tengah mengirim Tim ke Bandung dan Jakarta untuk bertemu Ahli hukum keuangan negara dan ahli pertanahan dari ATR/Pertanahan di Bandung dan Jakarta.

Selain itu, Kejari Lembata juga masih menunggu perhitungan kerugian negara dari BPKP.

Kasus mafia tanah di Desa Merdeka mulai menyerat sejumlah nama besar di Kabupaten Lembata anatara lain, Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, Sekda Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali, Pengusaha lokal Ben Lelaona dan Kepala Desa Merdeka, Rus Wahon.

Pihak Kejari Lembata telah memeriksa 19 saksi. Meski telah sampai pada tahap penyidikan, belum ada tersangka di tetapkan dalam perkara dugaan korupsi penyalahgunaan tanah milik Desa itu. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda