Ditengah Pandemi Covid-19, PKK Tingkat Desa Diminta Atasi Stunting dan DBD
Bersatu Lawan Virus Korona

By Admin HJ 27 Apr 2020, 17:41:53 WIB Kesehatan
Ditengah Pandemi Covid-19, PKK Tingkat Desa Diminta Atasi Stunting dan DBD

Keterangan Gambar : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Yuni Damayanti, Saat Melantik Tim Penggerak PKK Tingkat Desa di kecamatan Lebatukan


DITENGAH Pandemi Covid-19, Ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Yuni Damayanti, meminta PKK Tingkat Desa untuk terus mengatasi Stunting dan DBD yang masih menjadi ancaman bagi warga dikabupaten Lembata. 

Himbauan tersebut disampaikan Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Lembata, Yuni Damayanti, Senin (27/4) saat melantik ketua Tim penggerak PKK 3 Desa, yakni DesaTapolangu, Desa Atakowa dan Desa Lamalela di Kecamatan Lebatukan.

Bertempat di kantor Camat Lebatukan, Ibu Yuni Damayanti meminta ketua Tim penggerak PKK di Desa yang baru dilantik untuk tidak mengabaikan masalah stunting dan DBD.

"Ini kita lagi menghadapi Covid-19 dan pemerintah dari tingkat pusat sampai ke desa bahu membahu mengatasi. Kita juga sebagai penggerak PKK juga jangan diam saja. Stunting di Lembata tinggi, DBD jangan sampai dilupakan, dilain pihak kita juga cegah Covid-19," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Yuni Damayanti. 

Dikatakan, PKK harus berdaya dan terus berkarya. Damayanti mengingatkan penggerak PKK untuk membiasakan budaya hidup sehat sebagaimana perilaku baik yang ditunjukan saat menghadapi Covid-19.

"Biasakan konsumsi vitamin. Kalau vitaman sulit, konsumsilah daun kelor karena mengandung vitamani A, dan Vitamin C, termasuk anti bodi untuk imun tubuh. Mulai dari keluarga terapkan pola hidup sehat, cegah wabah korona. Sampai selesai korona kebiasaan itu jalan terus. Dengan pola hidup sehat, DBD dan stunting bisa diatasi," ujar Yuni Damayanti.

Ia menandaskan, ada nilai positip yang ditularkan virus korona.
"STBM bisa jalan. Saat pulang kebun, ganti pakaian dulu sebelum bertemu keluarga. Jadi bertemu keluarga sudah dalam kondisi bersih," ujar Yuni Damayanti.

Damayanti juga mengingatkan para suami untuk menghentikan kebiasaan merokok, karena dapat merusak kesehatan seisi keluarga.

"Bapak-bapak, kalau mau merokok silahkan saja. Kalau mau sakit silahkan merokok. Tapi jauh jauh dari areal rumah. Kalau Perlu buat tulisan 'no smoking area' di dalam rumah," ujar Damayanti.

Pada akhir sambutannya, ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Lembata itu mengingatkan warga Desa agar memagari rumah dengan tanaman kelor serta mempelajari aneka variasi pengolahan pangan berbahan dasar kelor. (HJ).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment