Cakupan Rendah, Pelajar Dan Mahasiswa De Lourdez Inisiasi Vaksinasi Massal Covid-19

By Admin HJ 30 Nov 2021, 11:15:21 WIB Daerah
Cakupan Rendah, Pelajar Dan Mahasiswa De Lourdez Inisiasi Vaksinasi Massal Covid-19

RENDAHNYA cakupan Vaksinasi covid-19 di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, memantik inisiatif Pelajar dan mahasiswa setempat.

Kondisi ini diperparah, rendahnya respon warga untuk mengikuti  vaksinasi yang diinisiasi pihak Kelurahan.

Karena itu, mahasiswa dan pelajar D'Lourdez, asal Walangkeam Atas, Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Senin (30/11/2021) menggelar vaksinasi covid-19.

Baca Lainnya :

Kegiatan tersebut didukung Muhamadyah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata.

Samanta Tukan, Mahasiswi D'Lourdez, kepada Media Indonesia, Senin (30/11) menjelaskan pihaknya prihatin, masih banyaknya warga setempat yang belum divaksin baik tahap pertama maupun tahap kedua.

"Kami data peserta vaksin selama 1 Minggu. Awalnya kami mau hanya untuk warga di kompleks ini. Tetapi kami lihat banyak masyarakat yang belum divaksin, sehingga kami buka saja untuk umum," ujar Samantha.

Disebutkan, Setelah berbicara dengan Kapus Lewoleba, maka kegiatan vaksinasi ini dapat terlaksana hari ini.

"Kami diberi quota 300, tapi kalau dilihat hari ini sepertinya lebih dari 300 peserta. Kami lihat, masih banyak masyarakat kita belum divaksin tahap 1. Ada juga yang belum vaksin tahap dua, tetapi tahap dua ini kami daftar hanya 10 orang," ujar Samantha.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Nubatukan, Muhamad Fajar, S.Kep di sela-sela kegiatan vaksinasi di lokasi itu, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dan pelajar D'Lourdez.

"Saya mengapresiasi inisiatif anak muda ini karena beberapa kegiatan yang di inisiasi oleh Kelurahan, selalu dibawah target. Kita siapkan 200 ampul, peserta yang datang hanya 150," ujar Muhamad Fajar, Kapus Lewoleba.

Disebutkan, kesadaran warga untuk divaksin menjadi faktor penyebab rendahnya cakupan Vaksinasi.

"Stok vaksin kita aman, hanya kesadaran warga untuk menerima vaksin ini harus terus di dorong. Salah satunya melalui inisiatif pemuda seperti ini," ujar Fajar.

Ia menyebut, pemuda D'Lourdez mendaftar peserta vaksinasi Masal, kemudian menghubungi pihak Pusekesmas untuk vaksin dan nakesnya.

"Saat anak muda menginisiasi pendaftaran door to door, peserta hari ini bisa 300 lebih. Hari ini kami siapkan 350 Vaksin. Lebih dan kurangnya kita kondisikan di lapangan," ujar Muhamad Fajar.

Ia mendorong komunitas pelajar dan mahasiswa lain untuk melakukan hal serupa agar cakupan vaksin di Kabupaten Lembata secepatnya 100 %.

Jumlah penduduk Kecamatan Nubatukan 40 Ribu,

Adapun jenis Vaksin yang disediakan pihak Puskesmas adalah jenis Sinovac dan Astrazeneca.

Kapus Lewoleba, Muhamad Fajar menjelaskan, cakupan Vaksinasi di Kabupaten Lembata masih rendah yakni 39,96 %.

Kecamatan Nubatukan sendiri sudah 17 Ribu warga divaksin dari total penduduk 40 ribu orang.

Data ini belum dipilah menurut usia 12 tahun ke atas.

Kalau sudah terhitung menurut usia penerima vaksin maka untuk Kecamatan Nubatukan sudah separuh jalan atau diatas 50%.

Secara Jumlah, Kecamatan Nubatukan menjadi wilayah tertinggi cakupan vaksinasi. (Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda