Bupati Sunur Optimistis, Lembata Akan Berkembang Pesat
21 Tahun Otonomi Lembata

By Admin HJ 13 Okt 2020, 12:44:32 WIB Daerah
Bupati Sunur Optimistis, Lembata Akan Berkembang Pesat

Keterangan Gambar : Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur didampingi Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero dan Hakim PN Lembata di HUT Otda Lembata ke 21


BUPATI Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur optimistis, proses politik yang melatari berdirinya Kabupaten Lembata sejak statement 7 Maret 1954 hingga resmi menjadi daerah Otonomi pada 12 Oktober 1999, menjadi roh yang menggerakan siapapun pemimpin daerah itu. 

Karena itu, kerja kerja politik yang dilakukan Petrus Boliona Keraf, penjabat Bupati Lembata Perdana selama 1 tahun, kemudian dilanjutkan Bupati Andreas Duli Manuk dua periode dan Bupati Yance Sunur  2 periode, telah memberikan Peta Jalan atau road map yang baik serta diyakini mampu membawa Lembata untuk berkembang lebih pesat 24 tahun mendatang.

“Nah dari pernyataan politik tadi kita mulai bekerja secara politik. Bapa Petrus Boliona Keraf, menjadi penjabat Bupati Lembata 1 tahun, kemudian Bapa Ande Manuk dua periode dan saya dan pa wakil Thomas Langoday 2 periode. Kita mulai cari bentuk yang cocok, bagaimana mengisi dengan kegiatan politik. Kita sudah meletakan road map yang baik. Semua sudah berjalan dengan baik, tinggal diisi saja. Ini sudah 21 tahun, ditambah lagi 24 tahun kedepan itu loncatan Lembata sangat luar biasa,” ujar Bupati Sunur, saat memberi sambutan pada peringatan HUT ke 21 Otnomi Lembata di Desa Lewolein. 

Baca Lainnya :

Dari 45 tahun, kita bagi dua saja. Kita bagi dua saja, kita baru berjalan 50 persen dalam mengisi otonomi, kalau kita hitung dari tahun 1954.

“Kita baru move on tahun 1999, itu dalam rangka kita mencari bentuk, bagaimana harmonisasi secara vertical, bagaimana harmonisasi secara horizontal. Sehingga seluruh rangkaian kegiatan pembangunan itu sudah tidak boleh lagi diganggu oleh apapun. Kecuali tidak sesuai norma, tidak sesuai regulasi yang sudah diatur,” ujar Bupati Sunur.  

Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur menandaskan, ada dua momentum bersejarah dalam peringatan HUT Otonomi Lembata, yakni deklarasi statement 7 Maret 1954 dan Lembata resmi menjadi daerah Otonomi tanggal 12 Oktober 1999.  

“Para pencetus statement 7 Maret 1954 secara politik sudah membaca, bahwa Lembata ini untuk bisa bergerak cepat harus bisa mengurus diri sendiri. Statement 7 Maret 1954, Parkat dan Masumi deklarasikan otonomi secara politik. Sejak tahun 1954, atau 45 tahun kemudian tepatnya pada 12 oktober 1999, kita akhirnya menjadi daerah otonom, ini berkat Pernyataan politik dilakukan 45 tahun sebelumnya,” ujar Bupati Sunur.

Saya berharap seluruh pihak mengembangkan inovasi, agar mengetahui arah serta sasaran pembangunan.

“Saya berharap kita mulai Fokus buat satu dua hal yang menjadi ciri khas kita secara bersama-sama. Saat ini sudah ada 7 desa luar biasa sekarang. Inovasi itu sudah ada tinggal saja kita bantu dan kita poles,” ujar Bupati Sunur. 

Disebutkan, Desa Hadakewa menjadi Desa pioner membuka diri terhadap pihak luar.

“Hadakewa itu Desa tematik diwujudnyatakan jadi desa cepat tumbuh. Mulai diikuti lagi Desa Dikesare, Kepala Desanya kita ajak untuk melihat contoh pengembangan wisata desa. Kita mendorong tidak hanya di bagian Timur Lembata ini tapi kita mendorong juga ke wilayah Barat. Goal kita adalah jalan menuju Lamalera dan itu sudah kita dapatkan. Jadi 18 km jalan dari Mingar menuju Lamalera sudah dialihkan ke propinsi sekalipun itu masih status jalan kabupaten,” ujar Bupati Sunur melitai sejumlah kemajuan pembangunan di eranya. (*S/HJ). 





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment