Bupati Sunur Instruksikan Desa Ex Pengungsi Bangun Pos Kamling Antisipasi Covid dan Erupsi
Ayo Bangkit Lewotanah

By Admin HJ 12 Jan 2021, 18:48:44 WIB Daerah
Bupati Sunur Instruksikan Desa Ex Pengungsi Bangun Pos Kamling Antisipasi Covid dan Erupsi

Keterangan Gambar : Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur Saat berbicara dengan Warga Di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur


BUPATI Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Eliazer Yentji Sunur, Selasa (12/1/2021), menginstruksikan seluruh Desa di Kecamatan Ile Ape Timur dan Ile Ape, eks pengungsi erupsi Ile Lewotolok mengaktifkan kembali Pos Kamling guna mengantisipasi peneyebaran wabah Covid-19 dan mengantisipasi erupsi Gunung Ile Lewotolok.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sunur saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Desa eks pengungsi erupsi Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur.

Baca Lainnya :

Dalam kesempatan itu, Bupati Sunur memberikan penguatan kepada warga untuk tabah menjalani bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok, namun tidak lupa melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran wabah Covid-19 yang semakin masif.

Disaksikan Media Ini, Selasa (12/1/2021, Bupati Sunur mengawali kunjungan kerjanya dari Desa Dikesare, memantau perkembangan Desa cepat tumbuh yang digagasnya.

Kemudian, kunjungan dilanjutkan ke Desa Watodiri, Desa Todanara, Jontona, Lamawolo, Lamatokan, Aulesa, Waimatan, Lamagute, Bunga Muda, Lamawara dan Kembali ke Lewoleba.

Di setiap Desa yang disinggahi, Bupati Sunur menyempatkan untuk berbicara dengan warga tentang kondisi yang dirasakan setelah kembali dari posko utama pengungsian erupsi Ile Lewotolok, 2 Januari 2021 lalu.

Kita tidak menghendaki ada sesuatu yang buruk terjadi. Kita lihat keadaan seperti apa, bisa diatur langkah-langkah apa persiapan kita. Kita juga minta Tuhan dan Leluhur menjaga dan mengawasi setiap usaha dan perjuangan kita,” ujar Bupati Sunur di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur.

Menurut Bupati Sunur, pasca pengungsian akibat erupsi Ile Lewotolok, dirinya yakin warga mengalami kesulitan menanam (memperhalus diksi gagal tanam-red).

Saya yakin ini ada persoalan tanam. Nanti kita atur untuk menangani ancaman kelaparan di Ile Ape dan Ile Ape Timur. Kita kaji apa saja yang akan dipersiapkan. Masalah tanam disebabkan warga rata-rata petani masih mengungsi saat hujan sudah mulai turun. Selain itu, warga tidak diperbolehkan menanam hingga 3 Km dari puncak,” ujar Bupati Sunur.

Menurut Bupati Sunur, Pemerintah memiliki cadangan beras sebanyak 100 Ton guna membantu warga yang gagal tanam.

“Bagi yang merasa kurang boleh minta untuk dibantu. Kalo ketahanan pangan khusus beras jangan mikir. Kepala desa harus sampaikan. Ada aturan untuk kasi keluar. Muka jangan sedih-sedih. Tabah yah, supaya kita bisa waras,” ujar Bupati Sunur.

Iapun meminta warga membantu Kepala Desa memacu produktivitas.

“Bantu bapa kepala Desa, dia perwakilan pemerintah Kabuten di Desa, Sambil tempat ini di tata, ini kan jadi merk di Ile ape dan Ile ape Timur, ini kampung industri Arakian. Hanya jual bukan minum. Orang Waimatan tugasnya buat arak, produksi arak, bukan mabok. Mudah mudahan aja Pemda bisa bantu dengan anggaran. Ini jadi daya tarik tersendiri,” ujar Bupati Sunur.

Bupati Sunur menandaskan, warga segera beradaptasi dengan kondisi Gunung Ile Lewotolok.

Gunung mau bunyi, bunyi saja. Tapi saya dengar orang Waimatan tidak ada yang lari. Mudah-mudahan kita semua bisa berdaptasi dengan keadaan di sekitar kita. Tahun 2021 semoga kita dapat berkat luar biasa. Cobaan kemarin menjadi bekal untuk melangkah di 2021,” ujar Bupati Sunur.

Bupati Sunur dalm kesempatan berbicara dengan warga Di Desa Waimatan menandaskan, hingga saat ini sudah 90 warga Lembata terpapar Covid-19. 2 pasien meninggal dunia.

“Jangan main-main dengan Covid-19. Ini sudah 90 lebih terpapar, meninggal 2 orang. 1 dikubur dengn protokol kesehatan. Bagaimana protokol penguburan, kemarin ada tarik ulur. Sekarang aturan boleh dimakamkan di pemakaman umum, tidak ada lagi tunggu opo lake. Semua diambil alih oleh negara. Saya minta tolong jaga. Ini sudah 10 bulan, Covid-19 melanda Indonesia tapi belum juga meredah.” ujar Bupati Sunur.  

Bupati Sunur berjanji Vaksin Covid-19 akan diatur. Sebab ada pembatasan. Dikatakan, rata-rata yang kena diabetes, gula darah 3 bulan terakhir, sesak napas dan yang reaktif tidak boleh di vaksin.

Jangan pikir, vaksin untuk semua. Vaksin tidak menjamin bebas dari Korona. Pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Pemerintah bisa kendalikan Covid-19 atas bantuan dan kerjasama seluruh warga. Ini tidak main-main,” tandasnya.

Bupati Sunur mengingatkan warga tentang meluasnya transmisi lokal. Karena itu, Bupati meminta warga menjaga Ketahanan fisik agar kuat dan bisa menghadapi cobaan.Pikiran harus benar-benar positip,” ujar Bupati Sunur. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment