Buang Sembarangan, Sampah Menumpuk Berbulan Bulan Di Pasar Pada

By Admin HJ 14 Jan 2022, 20:00:45 WIB Daerah
Buang Sembarangan, Sampah Menumpuk Berbulan Bulan Di Pasar Pada

PERILAKU membuang sampah sembarangan yang diduga dipraktekkan para pedagang pasar Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan menumpuknya sampah plastik hingga berbulan-bulan.

Ironisnya, meski ada Sebuah mobile bak sampah yang dipersiapkan pemerintah di lokasi tersebut, namun sampah justru di buang oleh para pedagang di luar bak sampah. Akibatnya, sampah pun berserakan sudah berbulan bulan lamanya.

Menurut Sazkia, salah seorang pedagang pasar Pada kepada humanitarianjournal.com, Jumat (14/1/2022) mengatakan, penumpukan sampah diluar bank sampah mobile itu terjadi setiap sore dan malam hari. Sampah itu dibuang oleh pedagang di kompleks Pasar Pada.

Baca Lainnya :

"Setiap sore menjelang tutup pasar dan malam, para pedagang di sini buang sampah. Ada yang buang di luar bak sampah," ujar Sazkia. Dirinya gerah sebab warung tempatnya berjualan akhirnya dipenuhi bau menyengat dari tumpukan sampah itu.

Ia mengaku sudah berbulan bulan, sampah yang berserakan itu dibiarkan saja baik oleh pedagang setempat, petugas kebersihan maupun petugas pasar.

Adapun petugas kebersihan, hanya mengangkut bak sampah yang sudah berisi sampah, tanpa mengakut sampah yang ada di luarnya.

"Setiap hari ada dua petugas kebersihan yang datang membawa bak sampah itu untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi karena hanya sopir sendirian saja, sehingga sampah di luar bak itu tidak ikut diangkut. Sedangkan petugas Pasar pun hanya memburu pajak, baik retribusi pasar maupun parkir," ujar Sazkia.

Sejumlah warga menyayangkan, penumpukan sampah di fasilitas publik itu tidak dapat dibersihkan, malah dibiarkan berbulan bulan.


Padahal, jika para pedagang bersama para petugas pasar Pada menyisahkan waktu beberapa menit saja untuk mengangkut sampah di ke dalam bak sampah yang sudah disediakan Pemerintah, persoalan kecil itu dapat diatasi, sebelum berdampak luas. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda