Antrian BBM Menahun, Perburuk Citra Pertamina di Lembata

By Admin HJ 09 Okt 2022, 18:37:13 WIB Daerah
Antrian BBM Menahun, Perburuk Citra Pertamina di Lembata

ANTRIAN panjang BBM yang terus menerus terjadi di APMS 01 Lamahora, kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, memperburuk citra Pertamina.

Guna menjaga citra dan harga diri Pertamina, Joko staf Pertamina Kupang diutus untuk bersama sama Pemda, transportir serta penyalur BBM di Lembata guna mencari solusi mengurai antrian BBM yang telah terjadi sejak 20 September 2022 lalu.

Langkah pihak Pertamina Kupang itu diambil setelah Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, Ketua DPRD, Petrus Gero dan Wakil Ketua DPRD, Begu Ibrahim, berkonsultasi dengan pihak Pertamina Maumere, Selasa Pekan lalu, tentang solusi mengurai antrian panjang BBM yang terus menerus terjadi.

Baca Lainnya :

Rapat bersama di rumah Jabatan Bupati Lembata, Jumad (7/10/2022) malam dihadiri, Kepala Dinas Koperindag, Lingginus Lega, Kepala Kesbangpolinmas, El Mandiri,  Asisten Ekonomi pembangunan, Ambros Leyn, penyalur SPBU 03 dan 04, Setu,  serta penyalur 01, Nurhayati, zahlan dan manajer keuangan.

Joko, utusan Pertamina Kupang dalam kesempatan itu  mengatakan, buruknya manajemen distribusi dan penyaluran BBM pada APMS 01 Lamahora, telah menyebabkan antrian panjang. Fakta tersebut telah memperburuk citra Pertamina.

"Kami mohon dengan sangat sekali, berilah pelayanan optimal kepada masyarakat. Jangan biarkan antrian panjang terus terjadi. Karena bapa ibu penyalur bawa nama baik, citra dan harga diri Pertamina. Karena itu, pelayanan penyalur BBM harus menjadi wujud pelayanan berstandar Pertamina. Kalau bapa dan ibu mitra sekalian terus memunculkan keluhan yang buruk, yang jelek itu Pertamina," ungkap Joko dihadapan Penjabat Bupati Lembata yang memanggil dua Penyalur BBM di Lembata itu.

Ia menyebut, stok dan kondisi penyaluran BBM di Maumere, Kupang dan Lembata harusnya kondusif, karena itu pihak  Pertamina heran, penyaluran BBM di Lembata terus menuai masalah.

"Ini kita malah tidak melayani masyarakat maksimal. Saya minta seluruh lembaga penyalur, bangun relasi industrial dengan pemerintah. Ini pemerintah sudah membuka diri, tolong koordinasi komunikasi dijalin. Tidak semua pemerintah buka pintu. Maka mitra manfaatkan ruang komunikasi dengan baik," ungkap Joko.

Instruksi membangun relasi industrial bersama pemerintah daerah tersebut disampaikan Joko, urusan Pertamina Kupang kepada Penyalur BBM 01, Lamahora yang enggan menanggapi undangan Pemerintah Setempat guna membicarakan Ikhwal antrian panjang BBM.

Menurut Joko, utusan Pertamina Kupang, masalah antrian Panjang BBM di Lembata, sudah menjadi sudah masalah regional, sehingga diperlukan jalinan hubungan industrial dengan baik dengan Pemda.

"Karena terkait saling koordinasi, Pak Nasir (owner PT Hikam, distributor dan penyalur BBM 01) tandatangan kontrak dengan kami. Nanti saya cari pak Nasir. Saya harap penyalur Jaga legalitas yang sudah dibangun pendahulu perusahaan," ungkap Joko.

Penyebab Antrian Panjang di Lembata versi PT. Hikam Zahlan, manajemen PT Hikam, penyalur BBM di APMS 01 Lamahora, Jumad (7/10/2022) malam mengatakan, antrian panjang BBM di APMS 01 Lembata, disebabkan kapal pengangkut BBM dari kota Larantuka, kabupaten Flores Timur mengalami kerusakan.

Menurut Zahlan, kerusakan Kapal pengangkut BBM itu bukan baru terjadi kali ini, namun terjadi sejak 2014.

Zahlan mengaku, sejak 2014, sebagai transportir maupun penyalur BBM, PT Hikam tidak punya cadangan kapal. Kalau kapal rusak, tidak ada penyaluran sama sekali di SPBU.

"Kalau kapal rusak 1 hari, maka dalam waktu satu atau dua hari tidak ada penyaluran BBM di SPBU," ungkap Zahlan. 

Namun pada 28 November 2017,  pertemuan bersama DPRD tentang solusi mengurai antrian BBM, saat itu diputuskan bahwa PT Hikam harus segera menyediakan armada angkutan BBM yang memadai.

Tahun 2019 bulan November PT Hikam mendatangkan sebuah Kapal dengan kapasitas angkut 250 ton, namun hingga saat ini kapal tersebut tidak mendapat ijin labuh tambat.

Terkini, antrian panjang di APMS 01 Lamahora, terjadi sejak 20 September 2022, memaksa pihak Pertamina Kupang turun tangan.

Sudah hampir sebulan, antrian panjang BBM tersebut menyulitkan konsumen. Aktivitas keseharian warga Lembata pun terganggu, karena kesempatan memperoleh BBM dengan harga lebih murah di SPBU, terhalang antrian panjang yang didominasi oleh pengecer.

Alhasil, harga BBM di tingkat pengecer pun melambung hingga 30 ribu rupiah per liter. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda