Anak Anakpun Merindu Bangku Sekolah

By Admin HJ 28 Agu 2021, 16:15:38 WIB Sekitar Kita
Anak Anakpun Merindu Bangku Sekolah

PAGI-PAGI benar, Alfaro, Melitio, Alian, Nai, dan William, anak anak yang bermukim di kompleks kampung Weri, Kecamatan Larantuka, kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ini sudah hadir di halaman rumah Nola, salah seorang temannya.

Suasana jenaka penuh kegembiraan tergambar di wajah anak-anak saat bermain bersama.

Alvaro, salah satu dari anak anak itu memperagakan karakter Guru yang berdiri di depan kelas, sedangkan sisanya menjadi siswa.

Baca Lainnya :

Anak anak itu berusia 9 hingga 12 tahun. Mereka adalah siswa Sekolah Dasar yang hingga saat ini masih diinstruksikan untuk Belajar Dari Rumah (BDR).

Sudah lebih dari dua tahun, sejak sekolahnya di tutup akibat pandemi Covid-19, halaman rumah Nola ini dipergunakan anak-anak kompleks untuk bermain. Mereka bermain dari pagi hingga sore hari.

Menariknya, meski sudah mengenal gadget, anak-anak di kompleks larut dalam permainan tradisional, melibatkan tim dan peralatan seadanya.

"Bermain adalah hak anak, dengan bermain anak akan menemukan sesuatu untuk bekal hidup mereka nanti," ungkap Maria Loka, aktivis Perempuan dan anak (Permata), Sabtu (28/8/2021).

Tidak mengikuti sekolah tatap muka, menyebabkan waktu bermain anak anak sangat banyak, namun mereka menyimpan cita-cita yang harus digapai melalui proses belajar mengajar di Sekolah.

Saat ditanyai tentang Cita-cita, anak anak itu spontan menjawab, sebagian ingin jadi Presiden, sebagian lainnya ingin menjadi Menteri, ada pula yang mengaku ingin menjadi Guru bahkan Dokter. Namun ada pula yang masih belum bisa menyebut apa cita-citanya.

Di sela-sela keasyikannya bermain, Alfaro, salah satu anak mengaku ingin segera kembali belajar di ruangan kelas, sebab sudah sangat lama dirinya tidak bertemu teman kelas maupun Gurunya.

"Kami ingin cepat sekolah lagi," ujar Alvaro. Ia mengaku menjadi siswa kelas 3 SDK La Mennais Larantuka.

Rupanya kerinduan anak-anak untuk kembali ke bangku sekolah ini di jawab Pemda Setempat.

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hajon melalui instruksi nomor SATGAS.COVID/32/FLT/VIII/2021, mengijinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai sejak 26 Agustus 2021.

Bermain dan belajar adalah hak anak, namun pandemi Covid-19 telah melenyapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebab dikhawatirkan dapat menjadi cluster penyebaran wabah covid-19.

Kini anak-anak boleh menarik napas legah, sebab panyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Flores Timur mulai melandai. Anak anak berharap pandemi ini segera berakhir agar mereka bebas belajar, bebas juga bermain. (*S/Hj).





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda