Sembilan Kali Erupsi Disertai Gemuruh Gunung Ile Lewotolok Bikin Panik Warga
Fase Erupsi Ile Lewotolok

By Admin HJ 09 Jan 2021, 00:44:45 WIB Daerah
 Sembilan Kali Erupsi Disertai Gemuruh Gunung Ile Lewotolok Bikin Panik Warga

Keterangan Gambar : Lontaran Lava Pijar dalam fase Erupsi Ile Lewotolok Jumad 8 januari 2021 malam


FASE erupsi masih terus berlangsung di Gunung berapi Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Letusan disertai dentuman dan gemuruh lemah, sedang hingga kuat menumbulkan kepanikan.

Sepanjang hari Jumad (8/1/2021), erupsi disertai gemuruh dan dentuman lemah, sedang hingga keras berlangsung hingga lebih dari 9 kali. Bahkan, pada malam hari, teramati dentuman dan gemuruh disertai lontaran lava pijar dari puncak kawah gunung tersebut.

Baca Lainnya :

Laporan Periodik aktivitas Gunung api yang dikeluarkan Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Jumad (8/1/2021), pukul 06.00-12.00 WITA, Gunung setinggi 1.423 mdpl itu 4 kali mengeluarkan letusan dengan tinggi kolom abu 700 hingga 1.000 Meter dan warna asap putih kelabu. Letusan disertai dentuman dan gemuruh pada kurun waktu ini lemah hingga sedang.

Sedangkan pada periode pengamatan visual, Jumad (8/1/2021), pukul 12.00 sampai dengan pukul 18.00 WITA, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarnah putih dengan intesnsitas tebal dan tinggi 300 m di atas pucak kawah. Pada kurun waktu tersebut, terjadi 3 kali letusan disertai suara gemuruh dan dentuman sedang hingga kuat.

Sedangkan pada periode pengamatan, pukul 18.00 hingga 24 .00 WITA, teramati 4 kali letusan dengan tinggi 100 sampai 700 Meter dan warnah asap putih. Pada periode ini pula teramati lontaran pijar sejauh 700 Meter arah Tenggara. Sedangkan kegempaan didominasi hembusan sebanyak 2 kali, dengan amplitudo 2.5-4 mm durasi 12.5-30 detik.   

Sejumlah desa di Timur Gunung Api pun mulai terdampak abu vulkanik. Kondisi erupsi yang terjadi terus menerus ini menyebabkan kepanikan masal bagi seluruh warga di Kabupaten satu pulau itu.

Kini warga 16 Desa yang tersebar di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, terutama yang bermukim di lereng gunung Ile Lewotolok, memilih mengungsi. Tidak sedikit warga dari sejumlah desa di lereng Ile Lewotolok mengungsikan diri ke Kebun dan ke dalam kota Lewoleba.

Keputusan mengungsi secara mandiri itu disebabkan kepanikan akibat letusan disertai suara gemuruh dan dentuman yang terus menerus terjadi.  

Padahal, pada 2 Januari 2021 lalu, pemerintah Kabupaten Lembata memulangkan warga yang mengungsi di pusat pengungsian di dalam kota Lewoleba dan sejumlah tempat di luar Posko keluarga pasca erupsi dahyat, Minggu, 29 November 2020 lalu. (*S/Hj).

 





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment